kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.204   46,00   0,27%
  • IDX 7.637   15,50   0,20%
  • KOMPAS100 1.056   3,79   0,36%
  • LQ45 759   1,39   0,18%
  • ISSI 277   0,91   0,33%
  • IDX30 404   0,85   0,21%
  • IDXHIDIV20 491   2,42   0,50%
  • IDX80 118   0,40   0,34%
  • IDXV30 140   1,19   0,86%
  • IDXQ30 129   0,39   0,30%

BTN: Tren Special Rate Berhasil Ditekan, Fokus Perkuat Dana Murah


Jumat, 17 April 2026 / 11:46 WIB
BTN: Tren Special Rate Berhasil Ditekan, Fokus Perkuat Dana Murah
ILUSTRASI. Logo Baru BTN (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melihat tren pemberian bunga spesial (special rate) kepada deposan besar mulai menunjukkan penurunan. Hal ini sejalan dengan arahan regulator serta kondisi likuiditas perbankan yang semakin stabil.

Direktur Network & Retail Funding Bank Tabungan Negara, Rully Setiawan, mengatakan perseroan terus menyesuaikan kebijakan suku bunga dengan dinamika pasar, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan nasabah dan efisiensi biaya dana (cost of fund).

“Secara umum, tren special rate menunjukkan penurunan seiring dengan kondisi likuiditas yang lebih stabil dan arahan regulator,” ujarnya kepada kontan.co.id, Kamis (16/4).

Baca Juga: BCA Dukung Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan

Rully menjelaskan, special rate umumnya diberikan dalam bentuk tambahan bunga di atas suku bunga deposito reguler. Besarannya pun bervariasi, tergantung pada nominal dana, tenor simpanan, serta profil nasabah.

Ia menegaskan, pemberian bunga spesial tidak bersifat seragam dan dilakukan secara selektif. “Tidak ada angka tunggal, karena sangat bergantung pada karakteristik nasabah dan kebutuhan likuiditas bank,” tambahnya.

Dari sisi struktur dana, kontribusi deposan besar diakui masih signifikan. Namun demikian, BTN memastikan porsi tersebut tetap terkelola dengan baik. Nasabah dengan dana besar umumnya berasal dari segmen korporasi, institusi, hingga entitas pemerintah yang memiliki kebutuhan pengelolaan likuiditas.

Ke depan, BTN memproyeksikan tren special rate akan terus menurun seiring upaya industri menekan biaya dana. Untuk itu, perseroan mengandalkan sejumlah strategi guna mengurangi ketergantungan pada dana mahal.

Salah satunya dengan mendorong pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) melalui penguatan ekosistem digital. BTN memperkuat kanal seperti Bale, Bale Bisnis, dan Bale Korpora agar nasabah lebih aktif bertransaksi dan menempatkan dana.

Selain itu, BTN juga mengedepankan pendekatan relationship management dengan menawarkan solusi keuangan yang lebih komprehensif, mulai dari kredit, treasury hingga cash management. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat loyalitas nasabah tanpa bergantung pada kompetisi suku bunga.

Perseroan juga mendorong cross selling ke berbagai instrumen lain seperti obligasi dan produk wealth management agar diversifikasi penempatan dana nasabah semakin luas.

“Dengan strategi tersebut, ketergantungan terhadap deposito berbunga tinggi dapat berkurang dan struktur biaya dana menjadi lebih efisien,” tutup Rully.

Baca Juga: Premi Reasuransi Tumbuh 6,90% per Februari 2026, Ini Respon AAUI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×