kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.580   27,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rilis 20 produk baru, BNI AM targetkan Rp 1,5 T


Rabu, 29 April 2015 / 11:43 WIB
ILUSTRASI. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto (kiri) mengenakan Jas Partai Golkar kepada Barat Ridwan Kamil (kanan) saat pertemuan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (18/1/2023). Pada kesempatan tersebut Ridwan Kamil menerima jas kuning dan KTA Golkar yang langsung diberikan oleh Ketum Partai Golkar Airlangga Hartanto dan sah menjadi anggota Partai Golkar. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT BNI Asset Management (BNI AM) terbilang cukup agresif di tahun Kambing Kayu ini. Bagaimana tidak, perusahaan manajer investasi itu berencana menelurkan minimal 20 produk sepanjang tahun 2015. Dari produk-produk tersebut, mereka berharap dapat memperoleh tambahan dana kelolaan (asset under management) sebesar Rp 1,5 triliun.

Hanif Mantiq, Senior Fund Manager BNI AM menjelaskan, dari kurun waktu Januari hingga April 2015, mereka sudah meluncurkan 10 produk baru yakni satu reksadana saham, satu reksadana pasar uang, dan sisanya reksadana terproteksi.

"Paling dekat rencananya di bulan Juni meluncurkan reksadana pendapatan tetap atau fixed income, tapi ini khusus nasabah korporat. Masih dibuat di Otoritas Jasa Keuangan, mudah-mudahan keburu," tuturnya kepada KONTAN, Senin (27/4).

Sedangkan di paruh kedua nanti, lanjut Hanif, perusahaan berencana meluncurkan empat produk reksadana campuran, produk reksadana saham syariah, reksadana obligasi, reksadana pendapatan tetap, dan beberapa reksadana terproteksi.

"Tahun ini total ada 20 produk baru. Bisa dapat dana kelolaan Rp 1,5 triliun," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×