Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri perasuransian nasional hingga Desember 2025 masih menunjukkan pertumbuhan aset yang solid.
Total aset industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) tercatat mencapai Rp 1.201,33 triliun atau tumbuh 5,95% secara tahunan (year on year/YoY).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa kondisi industri secara umum tetap terjaga, ditopang oleh tingkat permodalan dan solvabilitas yang masih kuat.
Kondisi industri secara umum tetap terjaga, ditopang oleh tingkat permodalan dan solvabilitas yang masih kuat.
Baca Juga: OJK Proyeksikan Aset Dana Pensiun Tumbuh 10%–12% di 2026, Ini Kata Dapen BCA
Dari sisi asuransi komersial, total aset industri per Desember 2025 tercatat sebesar Rp 981,05 triliun atau tumbuh 7,42% YoY. Namun, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial sepanjang 2025 mencapai Rp 331,72 triliun atau terkontraksi 1,46% YoY.
Secara rinci, premi asuransi jiwa masih mengalami kontraksi sebesar 3,81% YoY dengan nilai Rp 180,98 triliun. Di sisi lain, premi asuransi umum dan reasuransi mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,51% YoY menjadi Rp 150,74 triliun.
Dari sisi permodalan, industri asuransi komersial tetap berada dalam kondisi solid. OJK mencatat risk based capital (RBC) industri asuransi jiwa secara agregat mencapai 485,90%, sementara RBC asuransi umum dan reasuransi tercatat sebesar 335,22%.
Kedua angka tersebut masih jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan sebesar 120%.
Adapun asuransi nonkomersial yang meliputi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program jaminan bagi ASN, TNI, dan Polri mencatat total aset sebesar Rp 220,28 triliun atau terkontraksi 0,12% YoY.
Baca Juga: OJK: 61.869 Pengaduan Lewat Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen per Januari 2026
Pada sektor dana pensiun, total aset dana pensiun per Desember 2025 tercatat mencapai Rp 1.679,46 triliun atau tumbuh 11,35% YoY. Program pensiun sukarela membukukan total aset sebesar Rp 411,29 triliun atau tumbuh 7,52% YoY.
Sementara itu, aset program pensiun wajib tercatat sebesar Rp 1.268,17 triliun atau meningkat 12,66% YoY.
Sementara itu, industri penjaminan mencatatkan total aset sebesar Rp 47,51 triliun per Desember 2025 atau tumbuh 2,43% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selanjutnya: Moody’s Revisi Outlook Obligasi Hutama Karya Jadi Negatif, Peringkat Tetap Baa3–Baa2
Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026 : Menang dari Thailand, Tim Putra Indonesia Melaju ke Semi Final
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













