kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Rini: Holding perbankan demi penghematan Rp 30 T


Jumat, 18 Maret 2016 / 23:18 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

SLEMAN. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno segera akan merealisasikan holding empat perusahaan bank milik negara.

"Selain bertujuan untuk memberikan pinjaman murah kepada masyarakat, holding perbankan ini dapat menghemat pengeluaran hingga Rp 30 triliun untuk dana pembuatan ATM," kata Rini Mariani Soemarno saat menjadi pembicara pada diskusi bertema "Peran BUMN dalam Mendorong Pencapaian Target Sustainability Development Goal 2016-2030 di Sleman, Yogyakarta, Jumat (18/3).

Menurutnya, Kementerian BUMN saat ini sedang menyelesaikan berbagai kajian mengenai sistem "holding" beberapa sektor bisnis, dalam hal ini holding BUMN sektor perbankan.

"Secara umum saat ini terdapat sebanyak 118 perusahaan BUMN yang kurang efisien dan menimbulkan biaya operasional cukup besar," katanya.

Ia mengatakan, atas dasar hal tersebut pemerintah merasa perlu untuk melakukan perampingan jumlah BUMN tersebut.

"Perampingan BUMN lebih ditujukan kepada peningkatan kemampuan serta kinerja BUMN sehingga dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan bangsa," katanya.

Rini mengatakan, di sektor perbankan pemerintah merencanakan holding empat perusahaan perbankan, yakni Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) serta Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Dengan dilakukan holding empat BUMN perbankan ini, sektor perbankan juga dapat menghemat dana pengadaan kartu ATM yang mencapai angka Rp 30 triliun," katanya.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo juga telah menyetujui holding beberapa BUMN ini dalam waktu dekat.

"Akan ada enam sektor BUMN yang akan dibentuk holding, yaitu sektor jalan tol, sektor pertambangan, sektor minyak dan gas yang di dalamnya terdapat sektor perbankan, sektor perumahan dan sektor jasa konstruksi dan rekayasa," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×