Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menyampaikan terdapat sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan lender luar negeri dalam menaruh dana di industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar).
Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo menerangkan salah satunya adalah kualitas tata kelola (governance) perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, reputasi perusahaan, manajemen risiko yang diterapkan oleh platform, serta rekam jejak kinerja platform pindar dalam menjaga kualitas penyaluran pembiayaan.
Selain itu, Nucky menyebut karakteristik pasar Indonesia juga menjadi salah satu daya tarik bagi investor dan lender luar negeri.
Baca Juga: AAJI Catat Total Polis di Industri Asuransi Jiwa Meningkat 3,6% pada Kuartal I-2026
"Sebab, Indonesia memiliki tingkat kebutuhan pembiayaan yang masih tinggi dan peluang inklusi keuangan yang besar, khususnya bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh keuangan formal," katanya kepada Kontan, Kamis (4/6).
Nucky juga menyampaikan kondisi makro ekonomi global dan pergerakan nilai tukar Rupiah juga menjadi faktor penting yang diperhatikan lender asing. Untuk Easycash, dia bilang seluruh pendanaan disalurkan dalam Rupiah, sehingga lender luar negeri perlu memperhitungkan risiko nilai tukar sebagai bagian dari pengelolaan risiko mereka.
Lebih lanjut, Nucky berpendapat selama fundamental industri tetap kuat, tata kelola terjaga, dan kualitas aset dapat dipertahankan, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menarik minat investor dan lender global.
Sementara itu, Easycash saat ini memiliki pendanaan yang berasal dari lender domestik maupun luar negeri. Nucky menyebut struktur pendanaan perusahaan masih didominasi oleh institusi dalam negeri.
Dari total outstanding pendanaan yang disalurkan melalui platform, dia bilang lebih dari 90% berasal dari perbankan, lembaga jasa keuangan, institusi dalam negeri lainnya.
Nucky juga mengatakan jumlah institusi pendana yang bekerja sama dengan Easycash terus bertambah. Dia menyebut penambahan itu mencerminkan kepercayaan yang makin kuat terhadap prospek industri pinjaman daring, kualitas tata kelola perusahaan, serta kemampuan platform dalam menjaga kualitas penyaluran pembiayaan.
Nucky menerangkan fokus utama Easycash adalah membangun ekosistem pembiayaan yang sehat, berkelanjutan, dan terpercaya bagi seluruh lender. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi pelaporan, memperkuat manajemen risiko, serta menjaga kualitas penyaluran pembiayaan secara prudent.
"Kami yakin bahwa kepercayaan lender akan tumbuh, seiring kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas portofolio, memperluas inklusi keuangan secara bertanggung jawab, dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ucap Nucky.
Berdasarkan situs resmi perusahaan, Easycash mencatat total outstanding pembiayaan sebesar Rp 7,18 triliun per 4 Juni 2026.
Baca Juga: Dapen BCA Catat Penerimaan Iuran Meningkat 5,65% per Maret 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













