kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Saham BBCA dan BBRI Catat Rekor Terlemah 5 Tahun Terakhir, Cek Rekomendasi Analis


Kamis, 04 Juni 2026 / 19:52 WIB
Saham BBCA dan BBRI Catat Rekor Terlemah 5 Tahun Terakhir, Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Teller melayani nasabah yang menabung di Bank BCA (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham perbankan berkapitalisasi besar alias big banks terus mencatatakan penurunan harga akibat aksi jual investor asing. Dua saham big banks bahkan tercatat berada di harga yang lebih rendah dibandingkan lima tahun lalu. 

Dua saham big banks itu di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Kedua saham blue chip ini rupanya tidak mampu menahan tekanan jual bersih alias net sell investor asing. 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), harga BBCA tercatat di level Rp 5.425 atau turun 1,81% dibanding kemarin.

Adapun jika ditarik lebih jauh, saham BBCA sudah turun 32,82% dibanding posisinya di 1 Januari 2026 alias year-to-date (Ytd). 

Baca Juga: CNAF Salurkan Pembiayaan Baru Kendaraan Roda Empat Rp 1,97 Triliun hingga April 2026

Sedangkan, harga BBRI hari ini ditutup pada Rp 2.810, turun 3,10% dibanding kemarin. Harga BBRI juga tercatat turun 23,22% Ytd. 

Harga dari BBCA dan BBRI ini menjadi rekor terlemahnya sejak perdagangan lima tahun lalu. Jika dibandingkan dengan posisi harga masing-masing di 4 Juni 2021, BBCA sudah merosot 17,80% dan BBRI terjun 33,94%.

Penurunan harga BBCA dan BBRI ini terutama disebabkan oleh hengkangnya investor asing. 

Sepanjang tahun 2026 ini, BBCA sudah mencatat net sell sebesar Rp 31,34 triliun, sedangkan BBRI mencatat net sell sebesar Rp 9,57 triliun. 

Jika dilihat dari data KSEI, kepemilikan asing terhadap BBCA pada akhir Mei 2026 telah turun 10,07% dibanding akhir Desember 2025. Saat ini, asing memiliki 36,91 miliar lembar saham BBCA. 

 

Sementara, kepemilikan asing BBRI pada akhir Mei 2026 terhitung turun 6,0% dibanding Desember 2025. Saat ini, asing memiliki sekitar 41,6 miliar lembar saham BBRI. 

Sebenarnya saham big banks lain, yakni saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), juga terus mencatat pelemahan. Akan tetapi, harga dari BBNI dan BMRI saat ini masih lebih tinggi dibandingkan lima tahun lalu.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, ada dua sentimen utama yang menyebabkan penurunan harga saham big banks, yakni kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) serta depresiasi rupiah. 

Nafan menyebut, langkah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,25% pada Mei 2026 membuat banyak investor asing khawatir akan adanya penurunan kinerja dari saham big banks ke depannya. Alhasil, aksi jual pun semakin kuat. 

Baca Juga: BRI Insurance Tingkatkan Kegiatan Literasi Asuransi di Institusi Pendidikan

Akan tetapi, Nafan menyebut sentimen dari BI Rate ini hanya bersifat jangka pendek. Pasalnya, kinerja keempat saham big banks sampai saat ini masih tercatat solid, seperti laba bersih BBCA sebesar Rp 20,81 triliun dan BBRI sebesar Rp 15,89 triliun. 

Dengan begitu, Nafan menyebut jika laporan kinerja big banks untuk Mei 2026 juga tercatat positif, maka sentimen BI Rate ini tidak akan lagi terasa. 


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×