Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Jika bunga diturunkan menjadi 5%, maka beban subsidi pemerintah akan meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang juga mendorong kenaikan risiko kredit.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam penyaluran kredit murah agar tidak terjadi penyimpangan penggunaan dana.
Di sisi perbankan, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan bahwa perseroan siap mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu kejelasan petunjuk teknis terkait skema dan mekanisme penyalurannya.
Menurutnya, desain program menjadi faktor kunci agar tujuan peningkatan akses pembiayaan tetap sejalan dengan stabilitas industri perbankan.
Baca Juga: Respon Sejumlah Bank Himbara Soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp 200 Triliun
“Bank Mandiri akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk seleksi debitur yang terukur dan monitoring kualitas kredit,” ujarnya.
Setali tiga uang, Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan perseroan pada prinsipnya mendukung kebijakan pembiayaan dengan bunga rendah yang diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap kredit.
“Pada prinsipnya kami mendukung program pemerintah dalam pembiayaan atau kredit dengan bunga rendah, terutama untuk segmen MBR,” ujarnya.
Hermita menambahkan, BTN sejatinya telah lebih dulu menjalankan skema pembiayaan serupa melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga 5% tetap (fixed) sepanjang tenor kredit.
Saat ini, BTN juga tercatat sebagai bank dengan penyaluran KPR FLPP terbesar di Indonesia.
Seiring rencana program baru dari pemerintah, BTN memastikan akan terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait agar implementasi kebijakan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Baca Juga: Menengok Arah Bisnis Bank Himbara di Bawah Danantara
“Terkait rencana tersebut, tentunya BTN akan berkoordinasi dengan regulator agar penyaluran kredit tetap sesuai prinsip kehati-hatian,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas kredit, BTN juga akan menyusun kebijakan penyaluran yang terukur. Langkah ini dilakukan agar ekspansi kredit tetap berjalan sehat tanpa mengorbankan kualitas aset.
Dari sisi pendanaan, BTN mengandalkan strategi penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) guna menjaga efisiensi biaya dana.
Perseroan juga terus mendorong digitalisasi layanan melalui aplikasi Bale by BTN serta memperluas ekosistem guna meningkatkan penghimpunan dana murah.
“Peningkatan digitalisasi dan pengembangan ekosistem menjadi strategi utama dalam memperkuat struktur pendanaan yang lebih efisien,” tutup Hermita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Mandiri
- net interest margin
- Himbara
- Bank BTN
- kredit usaha rakyat
- profitabilitas bank
- KPR FLPP
- kebijakan ekonomi Prabowo
- risiko perbankan
- Prudential Banking
- beban APBN
- risiko kredit bermasalah
- Kredit Rakyat Prabowo
- Bunga Kredit 5 Persen
- Kebijakan Bunga Kredit
- Ekonom Kredit
- KPR FLPP BTN
- APBN Subsidi Bunga
- Dampak Bunga Kredit 5%
- Himbara Bunga Kredit
- Bunga Kredit 5%













