Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setahun bersama Danantara, bank-bank milik negara (Himbara) nampak memiliki fokus baru, yakni mendorong ekonomi kerakyatan melalui tugas pembiayaan untuk program-program strategis pemerintah. Meski demikian, penugasan tersebut diyakini tak mengganggu bisnis utama masing-masing bank selama ini.
Tahun lalu, setidaknya ada dua program besar pemerintah yang disokong pembiayaan Himbara, yaitu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Desember 2025 pembiayaan ke KDMP mencapai Rp 148,6 triliun dan MBG sebesar Rp 1,02 triliun.
Satu-satunya Himbara yang membuka data penyaluran pembiayaan KDMP adalah Bank Negara Indonesia (BNI). Dalam pertemuan analis awal bulan ini, Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengungkapkan penyaluran kredit BNI ke KDMP tahun lalu mencapai Rp 55 triliun. Jumlah itu setara 6% dari total penyaluran kredit BNI sepanjang tahun lalu.
Baca Juga: Bank Himbara Pastikan Kecukupan Modal di Tengah Berbagai Penugasan Pemerintah
David menjelaskan, kredit itu diberikan kepada Agrinas sebagai kredit investasi dengan tenor enam tahun dan suku bunga 6% per tahun. Dengan rasio biaya dana kisaran 3,8%, margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) dari kredit KDMP hanya kisaran 2,2%, di bawah NIM BNI sebesar 3,8% pada akhir tahun lalu.
Namun BNI tak khawatir, mengingat program pemerintah pada dasarnya mendapat sokongan APBN. “Margin memang di bawah rata-rata bank, tetapi ini dikompensasi oleh risiko yang rendah karena pembiayaan didukung oleh APBN. Selain itu, biaya operasional juga minim karena ini skema B2B,” ujar David.
Di luar itu, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyebut pada dasarnya bank terus mempertegas perannya dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Menurutnya, itu sejalan dengan status BNI sebagai bank milik negara, sembari tetap memastikan arah bisnis tetap terjaga.
“Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang," ujar Putrama.
Bank Mandiri juga terus menunjukkan peran aktif dalam pembangunan negara sebagai bagian dari Danantara. Salah satu wujud nyata perannya, Bank Mandiri mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2025 mencapai Rp 40,99 triliun.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini bilang pihaknya terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: APJAPI: Meningkatnya Kredit Macet Picu Penarikan Kendaraan
Itu ditempuh dengan utamanya dengan terus memperkuat ekosistem korporasi, ritel, dan digital yang terhubung dari hulu ke hilir, demi memastikan setiap lini bisnis saling mendukung dan menciptakan nilai tambah yang luas.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional,” kata Novita.
Kinerja lesu
Di luar penugasan yang diterima dengan tangan terbuka, nyatanya kinerja mayoritas Himbara tercatat melandai tahun lalu. Secara laba, BNI dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) kompak mencatatkan koreksi, masing-masing sebesar 6,97% dan 5,26% secara tahunan. Sementara Bank Mandiri masih tumbuh terbatas 0,93% dan Bank Tabungan Negara (BTN) tumbuh subur 16,4% secara tahunan.
Jika ditengok, kinerja positif BTN ini salah satunya tertopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) yang melesat 57,5% secara tahunan. Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menjelaskan, hasil itu bisa dicapai dengan dorongan Kredit Program Perumahan (KPP).
Nixon bilang KPP merupakan salah satu produk dengan yield tinggi karena mendapat subsidi pemerintah. Pun, bank dengan fokus kredit perumahan ini kini gencar membidik produk-produk dengan imbal hasil tinggi.
Selain itu, BTN juga mengincar porsi yang lebih besar di pasar konsumer. Berbekal pasar besar di segmen perumahan, BTN bakal membentuk ekosistem produk konsumer yang lengkap melalui peluncuran produk kartu kredit, paylater, dan kredit otomotif.
Baca Juga: Laba Bank Negara Indonesia (BBNI) Januari 2026 di Rp 1,7 Triliun, Ini Rekomendasinya
Di luar itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae melihat pada dasarnya lesunya kinerja mayoritas Himbara tahun lalu merupakan fase siklikal yang sejalan dengan ketidakpastian global dan makro.
“Itu tentu berpengaruh. Kalau performa menurun, terus nanti naik lagi, ya itulah bisnis bank,” kata Dian.
Pun, menurutnya pada dasarnya Himbara sebagai perusahaan milik negara bakal terus menggenjot kinerjanya sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Di bawah Danantara kini, ia melihat bank bakal menentukan arah bisnisnya dengan dinamis sesuai potensi sektor yang dilirik.
Di luar itu, pengamat perbankan Moch. Amin Nurdin bilang ada penguatan koordinasi strategis pada Himbara selama di bawah Danantara. Jika sebelumnya masing-masing bank relatif bergerak dengan strategi yang lebih independen, kini arah kebijakan dan penugasan pemerintah menjadi lebih terintegrasi.
“Peran holding terlihat dalam menyelaraskan fungsi intermediasi perbankan dengan agenda pembangunan nasional,” kata Amin.
Ke depan, proyeksi kinerja Himbara akan sangat ditentukan oleh kualitas pertumbuhan kreditnya. Penugasan dapat menambah volume dan memperkuat ekosistem dana murah, tetapi juga berpotensi menekan margin dan meningkatkan risiko kredit.
Selama ekspansi tetap disertai mitigasi risiko yang memadai dan disiplin manajemen risiko terjaga, saya melihat kinerja masih dapat bertahan relatif solid. Tantangannya bukan pada pertumbuhan, melainkan pada menjaga kualitas dan profitabilitas pertumbuhan tersebut.
Baca Juga: Bidik Generasi Muda, Prudential Rilis Produk Asuransi Jiwa Tradisional PRUMapan
Selanjutnya: Harga Minyak Turun 1% Didorong Peningkatan Stok AS dan Pembicaraan Nuklir Iran
Menarik Dibaca: Jadwal Buka Puasa Kota Mojokerto Ramadan 26 Februari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)