kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

RoI Dapen Meningkat Jadi 0,92% per Februari 2026, Ini Penjelasan ADPI


Rabu, 29 April 2026 / 15:34 WIB
RoI Dapen Meningkat Jadi 0,92% per Februari 2026, Ini Penjelasan ADPI
ILUSTRASI. Kenaikan RoI dana pensiun capai 0,92%, tapi ada risiko besar jika tidak prudent. ADPI ingatkan pentingnya kehati-hatian (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Return on Investment (RoI) dana pensiun (dapen) konvensional meningkat dari Februari 2025 sebesar 0,12%, menjadi 0,92% per Februari 2026.

Mengenai hal itu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai terdapat faktor utama yang menyebabkan peningkatan RoI dapen konvensional tersebut. Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan peningkatan itu terjadi karena tak terlepas dari adanya pendapatan kupon obligasi.

"Peningkatan penerimaan kupon Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi yang jatuh tempo lebih besar dari penerimaan sebelumnya," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (29/4/2026).

Meski mencatatkan hasil positif di awal tahun, Bambang mengimbau dana pensiun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi dengan memilih instrumen yang tidak sensitif terhadap gejolak pasar dan perubahan indikator ekonomi lainnya.

Baca Juga: Masih Menjanjikan, Sejumlah Bank Genjot Bisnis Kredit Pensiunan

"Diperlukan berinvestasi secara prudent agar kinerja ROI tidak terlalu menurun secara drastis ke depannya," tuturnya.

Untuk mendorong kinerja investasi, Bambang juga mengatakan dana pensiun perlu menerapkan sejumlah strategi, yakni tetap berinvestasi pada surat berharga yang berpendapatan tetap (fixed income). Selain itu, dana pensiun perlu mengutamakan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas dengan jatuh tempo aset investasinya.

"Dengan kata lain, dana pensiun perlu mengutamakan kesinambungan imbal hasil dengan memperhatikan kehati-hatian dalam berinvestasi," kata Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×