kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

RoI Dapen Meningkat Jadi 0,92% per Februari 2026, Ini Penjelasan ADPI


Rabu, 29 April 2026 / 15:34 WIB
RoI Dapen Meningkat Jadi 0,92% per Februari 2026, Ini Penjelasan ADPI
ILUSTRASI. Kenaikan RoI dana pensiun capai 0,92%, tapi ada risiko besar jika tidak prudent. ADPI ingatkan pentingnya kehati-hatian (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Return on Investment (RoI) dana pensiun (dapen) konvensional meningkat dari Februari 2025 sebesar 0,12%, menjadi 0,92% per Februari 2026.

Mengenai hal itu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai terdapat faktor utama yang menyebabkan peningkatan RoI dapen konvensional tersebut. Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan peningkatan itu terjadi karena tak terlepas dari adanya pendapatan kupon obligasi.

"Peningkatan penerimaan kupon Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi yang jatuh tempo lebih besar dari penerimaan sebelumnya," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (29/4/2026).

Meski mencatatkan hasil positif di awal tahun, Bambang mengimbau dana pensiun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi dengan memilih instrumen yang tidak sensitif terhadap gejolak pasar dan perubahan indikator ekonomi lainnya.

Baca Juga: Masih Menjanjikan, Sejumlah Bank Genjot Bisnis Kredit Pensiunan

"Diperlukan berinvestasi secara prudent agar kinerja ROI tidak terlalu menurun secara drastis ke depannya," tuturnya.

Untuk mendorong kinerja investasi, Bambang juga mengatakan dana pensiun perlu menerapkan sejumlah strategi, yakni tetap berinvestasi pada surat berharga yang berpendapatan tetap (fixed income). Selain itu, dana pensiun perlu mengutamakan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas dengan jatuh tempo aset investasinya.

"Dengan kata lain, dana pensiun perlu mengutamakan kesinambungan imbal hasil dengan memperhatikan kehati-hatian dalam berinvestasi," kata Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×