kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Rupiah melemah, transaksi di money changer tetap normal saja


Kamis, 16 Agustus 2018 / 18:38 WIB

Rupiah melemah, transaksi di money changer tetap normal saja
ILUSTRASI. Gerai penukaran valas di Jakarta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis money changer atau penukaran uang masih normal seperti biasa meskipun rupiah sedang dalam tren pelemahan. Ini berdasarkan pantauan di sejumlah tempat penukaran uang.

Di PT Natrabu Valas Permata misalnya, transaksi masih berjalan biasa saja dan belum ada lonjakan yang signifikan. Meskipun rupiah terus lemah tapi belum nampak ada hal yang mempengaruhi transaksi. "Baik jual dan beli masih sama ya, mungkin pasarnya sedang menahan nunggu momen yang pas," kata Ely, teller Natrabu kepada Kontan.co.id, Kamis (16/8).

Justru Ely menyebut, transaksi penukaran uang valas hari ini cenderung sepi sehingga permintaan juga tidak terlalu banyak. Tanpa merinci angka, per harinya Natrabu mencatat transaksi masih di bawah sekitar angka 100 transaksi. Ely optimistis bisnis money changer masih positif. Natrabu sudah memiliki pasar sendiri dan tak khawatir dengan banyaknya pemain sejenis yang semakin menjamur.

Senada, PT Sahabat Valas juga mencatat transaksi penukaran valas masih seperti biasanya dan belum terlihat peningkatan. Jenis mata uang yang sering laris diperdagangkan pun relatif setara dari beberapa mata uang seperti riyal Arab Saudi, dollar AS maupun dollar Singapura. Adapun per hari ini, Sahabat Valas menawarkan kurs rupiah terhadap dollar AS untuk jual Rp 14.595 dan kurs beli Rp 14.635.

"Transaksi kami masih normal saja tidak ada pergerakan yang signifikan ya," ujar Yanti, teller Sahabat Valas

Pun demikian di PT Dolarindo Money Changer. Menurut salah satu teller, Haris, permintaan dari nasabah masih sama saja dan berjalan normal. Bahkan sejak rupiah melemah pun tidak berdampak pada jumlah transaksi yang dicatat. Kurs kurs rupiah terhadap dollar AS yang diawarkan Dollarindo Money Changer untuk kurs jual sebesar Rp 14.600 dan kurs beli Rp 14.650.


Reporter: Umi Kulsum
Editor: Komarul Hidayat

Video Pilihan


Close [X]
×