kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Saham Big Bank pada Kamis (24/9) Kompak Memerah, Asing Masih Buang Saham Bank


Kamis, 24 September 2026 / 18:19 WIB
Saham Big Bank pada Kamis (24/9) Kompak Memerah, Asing Masih Buang Saham Bank
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank-bank besar masih parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (24/9/2026). Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun paling dalam sebesar 2,86% di level Rp 4.070 per saham pada akhir perdagangan. 

Selanjutnya saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,95% di level Rp 3.520 per saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,57% di Rp 3.140 per saham. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga turun sebesar 1,19% di level Rp 6.225 per saham.  

Berdasarkan data RTI, investor asing masih mencatat aksi net sell sebesar Rp 461,35 miliar. Aksi net sell asing terbesar terjadi pada saham  BBRI sebesar Rp 187,6 miliar, BMRI sebesar Rp 128,7 miliar. Aksi jual asing juga dilakukan pada saham BBNI dan BBCA di mana masing-masing terjadi net sell Rp 35,3 miliar dan Rp 16,5 miliar.  

Aksi jual asing ini melanjutkan aksi yang dilakukan pada sehari sebelumnya. Di mana pada Rabu (23/9/2026), asing melakukan net sell pada saham BMRI sebesar Rp 237,12 miliar, disusul BBRI sebesar Rp 90,69 miliar. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di posisi 10 dengan mencatat net sell asing Rp 27,57 miliar.

Baca Juga: Transaksi QRIS Melonjak 67%, BI Sebut Penggunaan Uang Tunai Berkurang

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, keputusan BI mempertahankan BI-Rate 5,75% masih menjadi sentimen positif bagi saham big banks.

"Secara umum, keputusan BI mempertahankan BI-Rate di 5,75% masih memberikan sentimen yang relatif positif bagi saham big banks, tetapi dampaknya cenderung terbatas dalam jangka pendek karena keputusan tersebut sudah cukup diantisipasi pasar," kata Nafan kepada Kontan, Kamis (24/9/2026).

Di sisi lain, Nafan melihat aksi jual asing masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek karena faktor global masih lebih dominan. Namun, tekanan asing belum mencerminkan prospek big banks secara keseluruhan. Stabilnya rupiah, penurunan yield SBN, serta membaiknya risk appetite investor global dapat membuka peluang masuknya kembali dana asing ke saham bank besar.

"Justru, apabila rupiah mulai stabil, yield SBN menurun, dan risk appetite investor global membaik, big banks berpotensi kembali menjadi tujuan utama foreign inflow karena memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang besar," jelasnya.

Nafan mengatakan BI juga mencatat investasi portofolio asing pada kuartal III 2026 hingga 21 September masih mencatat net inflow US$0,4 miliar, meskipun tekanan di pasar saham tetap ada.

Ke depan, Nafan menyebut pergerakan rupiah, yield SBN 10 tahun, arah kebijakan The Fed, harga minyak, serta foreign flow menjadi sejumlah sentimen yang perlu diperhatikan. Untuk saham bank, pertumbuhan kredit, NIM, cost of credit, kualitas aset, dan likuiditas domestik juga menjadi perhatian.

"Jadi, saya melihat BI Rate 5,75% lebih menjadi faktor stabilisasi daripada katalis bullish yang sangat kuat, sementara keberlanjutan rebound big banks akan lebih ditentukan oleh kembalinya foreign inflow dan membaiknya persepsi terhadap risiko Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: BI Ungkap Pergerakan Suku Bunga Kredit dan Deposito Agustus 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×