kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Saham Big Banks Mayoritas Melemah di Sesi Pertama Kamis (2/4), BBCA Menguat


Kamis, 02 April 2026 / 12:53 WIB
Saham Big Banks Mayoritas Melemah di Sesi Pertama Kamis (2/4), BBCA Menguat
ILUSTRASI. Pergerakan saham big banks menunjukkan tren melemah, kecuali BBCA pada sesi pertama (2/4/2026)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi jumbo atau big banks belum menunjukkan pertumbuhan pada perdagangan sesi pertama hari ini (2/4/2026). Selain BBCA, saham big banks lainnya diistirahatkan dalam zona merah.

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada dalam zona hijau sendirian. Harga BBCA sampai siang ini tercatat pada level Rp 6.525 per saham atau naik 0,38%.

Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 0,27% di harga Rp 3.710 per saham. Sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,30% di harga Rp 3.340 per saham.

Sedangkan, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) jatuh 0,42% ke level Rp 4.700. Keempat saham big banks sempat menguat pada pembukaan perdagangan, tapi kembali lanjut turun, kecuali BBCA.

Baca Juga: Ini Dampak pada Perusahaan Induk Usai Spin Off UUS dengan Dirikan Perusahaan Baru

Untuk diketahui, bursa saham Indonesia akan mulai libur besok, Jumat (3/4/2026), seiring peringatan Wafat Yesus Kristus. Dengan begitu, perdagangan hari ini merupakan yang terakhir dalam pekan ini.

Head Research dari Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai dinamika pergerakan saham big banks yang terjadi di pekan ini dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang juga sedang fluktuatif.

Wafi mengimbau para investor untuk berhati-hati. Pasalnya, proyeksi harga saham big banks untuk jangka panjang akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang di antaranya adalah nilai tukar rupiah, konflik politik dunia, serta kondisi ekonomi domestik.

"Kalau rupiah tembus dan bertahan di atas 17.000, maka akan ada risiko inflasi impor dan potensi kenaikan BI rate yang bisa memperlambat laju pertumbuhan kredit dan menaikkan rasio NPL. Tentunya akan memicu capital outflow asing," kata Wafi saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).

 

Akan tetapi, untuk saat ini, Wafi masih tetap merekomendasikan investor untuk mengakumulasi saham big banks, terkhususnya untuk investasi jangka panjang. Wafi menilai big banks sampai saat ini masih menunjukkan kinerja yang positif dan memiliki fundamental yang kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×