kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Saham Big Banks Mayoritas Melemah di Sesi Pertama Kamis (2/4), BBCA Menguat


Kamis, 02 April 2026 / 12:53 WIB
Saham Big Banks Mayoritas Melemah di Sesi Pertama Kamis (2/4), BBCA Menguat
ILUSTRASI. Pergerakan saham big banks menunjukkan tren melemah, kecuali BBCA pada sesi pertama (2/4/2026)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi jumbo atau big banks belum menunjukkan pertumbuhan pada perdagangan sesi pertama hari ini (2/4/2026). Selain BBCA, saham big banks lainnya diistirahatkan dalam zona merah.

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada dalam zona hijau sendirian. Harga BBCA sampai siang ini tercatat pada level Rp 6.525 per saham atau naik 0,38%.

Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 0,27% di harga Rp 3.710 per saham. Sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,30% di harga Rp 3.340 per saham.

Sedangkan, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) jatuh 0,42% ke level Rp 4.700. Keempat saham big banks sempat menguat pada pembukaan perdagangan, tapi kembali lanjut turun, kecuali BBCA.

Baca Juga: Ini Dampak pada Perusahaan Induk Usai Spin Off UUS dengan Dirikan Perusahaan Baru

Untuk diketahui, bursa saham Indonesia akan mulai libur besok, Jumat (3/4/2026), seiring peringatan Wafat Yesus Kristus. Dengan begitu, perdagangan hari ini merupakan yang terakhir dalam pekan ini.

Head Research dari Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai dinamika pergerakan saham big banks yang terjadi di pekan ini dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang juga sedang fluktuatif.

Wafi mengimbau para investor untuk berhati-hati. Pasalnya, proyeksi harga saham big banks untuk jangka panjang akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang di antaranya adalah nilai tukar rupiah, konflik politik dunia, serta kondisi ekonomi domestik.

"Kalau rupiah tembus dan bertahan di atas 17.000, maka akan ada risiko inflasi impor dan potensi kenaikan BI rate yang bisa memperlambat laju pertumbuhan kredit dan menaikkan rasio NPL. Tentunya akan memicu capital outflow asing," kata Wafi saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).

 

Akan tetapi, untuk saat ini, Wafi masih tetap merekomendasikan investor untuk mengakumulasi saham big banks, terkhususnya untuk investasi jangka panjang. Wafi menilai big banks sampai saat ini masih menunjukkan kinerja yang positif dan memiliki fundamental yang kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×