kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   33,00   0,19%
  • IDX 7.476   168,77   2,31%
  • KOMPAS100 1.032   22,16   2,20%
  • LQ45 747   12,73   1,73%
  • ISSI 269   5,28   2,00%
  • IDX30 401   7,63   1,94%
  • IDXHIDIV20 490   10,03   2,09%
  • IDX80 116   2,16   1,90%
  • IDXV30 135   2,09   1,57%
  • IDXQ30 129   2,29   1,80%

Saham Big Banks Menguat Hingga Sesi Siang Jumat (10/4), Saham BBRI Naik Paling Tinggi


Jumat, 10 April 2026 / 12:35 WIB
Saham Big Banks Menguat Hingga Sesi Siang Jumat (10/4), Saham BBRI Naik Paling Tinggi
ILUSTRASI. Pelaku Pasar Modal Menantikan Pengumuman Suku Bunga Acuan Bank Sentral (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak menguat di perdagangan pertama hari ini, Jumat (10/4/2026). Akankah ini menjadi tanda rebound?

Seluruh saham big banks terus menguat sejak pembukaan bursa tadi pagi. Sampai siang ini, gerak pertumbuhan keempat big banks terpantau stabil menanjak.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat tumbuh paling tinggi. Sampai dengan peristirahatan perdagangan, saham BBRI berada di harga Rp 3.370 per saham atau naik 2,74%.

Baca Juga: Dukung Revisi RBB OJK, BSI Siap Gas Pembiayaan Program MBG, Koperasi, dan Rumah

Kemudian, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) saat ini berada di harga Rp 4.680 atau naik 2,41% dari penutupan sebelumnya.

Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ada di Rp 3.790 atau naik 2,16%. Disusul oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tumbuh 1,93% menjadi Rp 6.600.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta sebelumnya memprediksi, tekanan harga terhadap saham big banks akan segera melandai. Adapun saham big banks dari beberapa pekan terakhir memang terus terkoreksi.

Nafan menilai, harga saham big banks pekan ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah. Jika pelemahan terus terjadi, kata Nafan, Bank Indonesia (BI) sebagai regulator harus segera mengambil tindakan.

"Adapun pelemahan rupiah ke kisaran Rp 17.100 per dolar Amerika Serikat (AS) seharusnya menjadi sinyal yang kuat bagi BI untuk melakukan intervensi secara agresif demi menjaga stabilitas nilai tukar melalui pasar spot ataupun pasar DNDF," kata Nafan saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).

Kalau nilai tukar rupiah berhasil kembali menguat, menurut Nafan, tekanan jual asing terhadap saham big banks dapat melandai. Dengan begitu, harga dari saham big bank berpotensi akan mengalami rebound.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×