kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

BTN Resmi Ambil Alih Kredit Pensiun SMBC Senilai Rp 19,9 Triliun, Ini Dampaknya


Senin, 25 Mei 2026 / 15:19 WIB
BTN Resmi Ambil Alih Kredit Pensiun SMBC Senilai Rp 19,9 Triliun, Ini Dampaknya
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah menandatangani dua perjanjian pengalihan atas kredit pensiunan, kredit pra pensiunan, dan kredit karyawan aktif pegawai BUMN atau lembaga pemerintahan milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk. 

Transaksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan memperluas basis bisnis ritel nasional sejalan dengan transformasi menjadi bank beyond mortgage.

Penandatanganan dilakukan pada 22 Mei 2026 melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) yang masing-masing disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (25/5).

Baca Juga: CNAF Salurkan Pembiayaan Baru Syariah Rp 829 Miliar pada Kuartal I-2026

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Transaksi ini merupakan bagian dari transformasi BTN menjadi bank beyond mortgage, di mana perusahaan tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas ekosistem layanan keuangan melalui penguatan segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking,” ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5/2026).

Adapun, dalam transaksi CPTA, BTN akan mengakuisisi portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola Taspen dengan estimasi nilai sebesar Rp12,58 triliun. 

Sementara melalui transaksi CLATA, BTN akan mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif baik BUMN maupun lembaga pemerintahan dengan estimasi nilai sebesar Rp7,34 triliun.

Menurut Ramon, segmen pensiunan dan payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan berkelanjutan bagi BTN.

Selain memperkuat portofolio kredit, transaksi tersebut juga membuka peluang peningkatan dana murah, transaksi nasabah, serta optimalisasi ekosistem layanan BTN di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: SMBC Indonesia Jual Portofolio Bisnis Kredit Pensiun ke BTN Senilai Rp 19,9 Triliun

BTN memproyeksikan transaksi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis BTN ke depan melalui peningkatan total aset dan portofolio kredit.

“Langkah ini juga sejalan dengan strategi BTN membangun ekosistem keuangan yang lebih luas dan inklusif, sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai bank di segmen konsumer dengan layanan yang semakin lengkap bagi masyarakat,” kata Ramon.

Ramon melanjutkan, BTN memastikan seluruh proses transaksi dilakukan sesuai ketentuan regulator dan tetap tunduk pada prinsip prudent banking.

BTN juga menegaskan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK terkait transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

Selain itu, penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh syarat pendahuluan yang diatur dalam perjanjian dipenuhi oleh masing-masing pihak. BTN juga menegaskan bahwa transaksi CPTA dan CLATA merupakan transaksi yang berdiri sendiri dan dapat diselesaikan pada waktu yang berbeda.

“Melalui langkah strategis tersebut, BTN optimistis dapat terus memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Indonesia,” tutup Ramon

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×