kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Saham Big Banks Menguat pada Sesi Perdagangan Pertama, Senin (4/5/2026)


Senin, 04 Mei 2026 / 13:02 WIB
Saham Big Banks Menguat pada Sesi Perdagangan Pertama, Senin (4/5/2026)
ILUSTRASI. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (4/5/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (4/5/2026). Penguatan ini menjadi sinyal baik untuk pergerakan big banks pekan ini.

Secara rinci, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat penguatan paling besar siang ini. Harga BBNI naik sampai 1,61% menjadi Rp 3.780 per saham.

Selanjutnya disusul oleh saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang tercatat naik 0,91% menjadi Rp 4.430.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak ketinggalan. BBCA naik 0,85% menjadi Rp 5.900 per saham. Terakhir, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 0,67% menjadi Rp 3.010.

Baca Juga: CIMB Niaga Bukukan Laba Konsolidasi Rp 2,3 Triliun pada Kuartal I-2026

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta sebelumnya mengatakan, pergerakan saham big banks akan dipengaruhi oleh pengumuman kinerjanya pada kuartal-1 2026.

Sekadar mengingatkan, keempat big banks sudah mengumumkan laporan kinerja keuangannya untuk kuartal-1 2026. Keempatnya memperoleh pertumbuhan laba yang positif, dengan urutan perolehan tertinggi dari BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI.

Nafan menilai, kinerja keuangan bank besar di kelompok himpunan bank milik negara (Himbara) meningkat lebih agresif. Seperti contohnya pada penyaluran kredit, BBRI, BBNI, dan BMRI jauh lebih agresif dibandingkan BBCA.

"Faktor penopangnya pasti dari sinergi antara Himbara dengan pemerintah. Himbara ini menjadi motor utama kebijakan pemerintah, misalnya dalam penyaluran kredit ke program strategis pemerintah," kata Nafan.

Baca Juga: IdScore Waspadai Risiko Gagal Bayar BNPL di Tengah Pertumbuhan Agresif

Meski laporan kinerja menjadi sentimen positif bagi saham big banks, Nafan menyebut masih akan ada tekanan dari sentimen global, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×