kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sejumlah Bank Besar Lakukan Stock Split hingga Buyback Saham, Ini Kata Analis


Rabu, 08 Februari 2023 / 06:30 WIB
Sejumlah Bank Besar Lakukan Stock Split hingga Buyback Saham, Ini Kata Analis


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan kian gencar melakukan agenda aksi korporasi sejak awal tahun. Ada Bank Mandiri (BMRI) yang akan melakukan stock split dengan rasio 1:2 dan akan menerbitkan green bond senilai Rp 5 triliun. 

Kemudian ada Bank BNI (BBNI) dan Bank BRI (BBRI) yang kompak akan melakukan pembelian kembali alias buyback saham masing-masing Rp 905 miliar dan Rp 1,5 triliun. 

Ada juga juga aksi rights issue bank yang lebih kecil seperti Bank KB Bukopin (BBKP) akan lepas 120 miliar lembar saham baru, Bank QNB Indonesia (BKSW) lepas 14,72 miliar lembar saham baru. Lalu, Bank of India Indonesia (BSWD) akan terbitkan 2,38 miliar saham baru, dan Bank JTrust (BCIC) akan menerbitkan 10 miliar saham baru.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai  pengaruh dari aksi korporasi terhadap kinerja masing-masing bank akan berbeda. Tergantung pada jenis dan tujuan aksi korporasi serta kondisi keuangan terkini dari masing-masing bank.

Baca Juga: Terobosan-Terobosan BTN Bantu Wujudkan MBR Punya Hunian

"Akan tetapi, secara umum, rencana stock split umumnya memicu kenaikan likuiditas yang berarti ada potensi peningkatan demand, sehingga secara teori, harga berpotensi naik," ujar Valdy kepada Kontan.co.id pada Selasa (7/2).

Menurutnya, aksi buyback berpotensi membangun sentimen positif pada pelaku pasar. Lantaran salah satu pertimbangan emiten melakukan buyback  karena menilai harga pasar saat ini terlalu murah atau tidak mencerminkan nilai perusahaan.

Valdy melihat aksi buyback tidak akan berpengaruh terhadap kas bank. Sebab, sebelum mengalokasikan dana untuk buyback, emiten sudah mempertimbangkan kondisi likuiditas perusahaan terlebih dahulu,

Sementara rights issue berpotensi meningkatkan permodalan bank yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan bank untuk mendorong ekspansi kredit.

"Dengan proyeksi OJK bahwa pertumbuhan kredit Sektor Perbankan Indonesia dapat mencapai 10%-12% di 2023, maka aksi korporasi ini berpotensi memperbesar peluang emiten bank untuk meng-grab pasar di tahun ini," jelasnya. 

Baca Juga: Aksi Korporasi Emiten Bank Marak, Begini Catatan Analis

Valdy menyebut harga wajar BBRI ada di level Rp 5.800. Adapun pada penutupan pasar Selasa (7/2), saham BBRI menguat 0,21% menjadi Rp 4.750. 

"Untuk BBNI dan BMRI kita belum lakukan valuasi. Begitupun untuk bank-bank lain yang disebutkan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×