kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Semester I-2019, laba bersih Maybank turun 0,9%


Jumat, 30 Agustus 2019 / 11:05 WIB

Semester I-2019, laba bersih Maybank turun 0,9%
ILUSTRASI. Datuk Abdul Farid, Group President & CEO Maybank saat pembukaan Invest Asia 2019


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Malayan Banking Berhad alias Maybank mencatat penurunan laba bersih pada semester I-2019 sebesar 0,9% (yoy) dari RM 1,96 miliar pada semester I-2018 menjadi RM 1,94 di semester I-2019. Beban pajak jadi biang keladi kemerosotan laba grup.

Sebab, pada periode yang sama laba kotor grup meningkat tipis sebesar 1,6% (yoy) menjadi RM 2,65 miliar pada akhir Juni 2019. Laba kotor tersebut turut dikontribusikan dengan kenaikan pendapatan operasional bersih 1,2% (yoy) dan penurunan net impairment loss.

Secara kuartalan, pada kuartal II-2019 juga mencatat momentum pertumbuhan laba yang lebih kuat dibanding kuartal pertama. Laba sebelum pajak kuartal II-2019 naik 8,2% (qtq) dibanding kuartal I-2019. Laba bersih juga meningkat 7,3% (qtq), didukung kenaikan 10,9% net fee-based income yang muncul terutama dari invetasi dan pendapatan trading.

Untuk semester I-2019, pendapatan operasional bersih naik 1,0% sebesar RM 11,75 miliar ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 1,0% menjadi RM8,47 miliar dengan pertumbuhan kredit Group sebesar 4,6%.

Net fee based income naik 1,1% sebesar RM 3,28 miliar, sehubungan Group mencatat net fee income yang lebih kuat, terutama dari segmen asuransi.

Tetapi, laba sebelum pajak, turun tipis menjadi R M5,10 miliar dibanding R M5,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih sebesar RM 3,75 miliar dibanding RM 3,83 miliar tahun lalu.

Baca Juga: Maybank prediksi Bank Indonesia akan melakukan pelonggaran suku bunga acuan

Selama satu semester, kredit gross tumbuh 4,6% secara tahunan dengan pertumbuhan yang sehat di semua pasar. 

Operasional Indonesia mencatat pertumbuhan kredit 6,1%, Malaysia 4,2% dan Singapura 2,3% sementara pasar internasional mencatat kenaikan 3,2%.

Sementara simpanan grup naik 3,9%, didukung kenaikan yang kuat sebesar 10,3% dan 4,6% masing-masing di Indonesia dan Malaysia. Pendapatan bunga bersih sementer I 2019 sebesar 9 basis poin (bps) lebih rendah 2,24%.

Group President & CEO Maybank Datuk Abdul Farid Alias mengatakan Maybank terus memetik manfaat dari jaringan yang kuat dan sumber pendapatan yang terdiversifikasi, yang membentengi dari dampak ketidakpastian global saat ini.

“Modal dan likuiditas kami tetap kuat dan kami tetap fokus pada bidang seperti pendapatan yang berasal dari fee di seluruh cabang jaringan internasional kami, sambil mengelola biaya dan risiko secara disiplin untuk memastikan bahwa kami tetap kuat di segala bidang,” ungkapnya dalam keterangan resminya, Kamis (29/8).

Pada saat yang sama, agenda digital Maybank tetap menjadi strategi utama untuk memastikan bahwa Maybank terus bertemu dengan kebutuhan perbankan nasabah yang terus berkembang di masa depan.

Baca Juga: Ini Alasan Ekonom Memprediksikan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II Melambat

Maybank menjaga likuiditas dan modal yang kuat selama kuartal II, dengan rasio CET1 lebih jauh menguat menjadi 142,3% dari 13,16% tahun lalu, dan total rasio modal mencapai 17,98% dari 17,78% sebelumnya. Rasio liquidity coverage Group juga sehat sebesar 145,4% - jauh di atas ketentuan regulator sebesar 100%.

Sedangkan Kualitas aset tetap sehat dengan rasio Gross Impaired Loans Group turun menjadi 2,62% dari sebelumnya 2,64 % pada Juni 2018 sementara net credit charge off lebih baik sebesar 38 bps dibanding 44 bps tahun lalu.

Atas kinerja grup, Maybank memutuskan untuk membagikan dividen interim single-tier sebesar 25 sen per saham, dibayar secara tunai. Dividen interim yang merupakan 74,9% laba bersih untuk periode terkait dan berjumlah RM2,81 miliar.

Maybank Chairman, Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan momentum yang lebih baik di kuartal kedua dapat diraih di tengah iklim operasional yang penuh tantangan secara global.

“Kami terus menciptakan nilai bagi stakeholder dan tetap berkomitmen untuk mengejar strategi pertumbuhan yang bertanggung jawab di masa depan. Kami juga optimis bahwa peluang bisnis yang lebih baik di semester kedua tahun ini, didorong oleh kebijakan yang dilakukan pemerintah secara regional untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan pengeluaran konsumen," katanya


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×