kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.109   69,00   0,40%
  • IDX 7.290   10,78   0,15%
  • KOMPAS100 1.008   1,33   0,13%
  • LQ45 733   -0,41   -0,06%
  • ISSI 263   2,79   1,07%
  • IDX30 393   -5,90   -1,48%
  • IDXHIDIV20 480   -6,87   -1,41%
  • IDX80 113   0,13   0,11%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,91   -1,48%

Sempat turun di Mei, BTN optimistis laba Juni 2018 bisa naik


Selasa, 10 Juli 2018 / 23:21 WIB
ILUSTRASI. Nixon L Napitupulu, Direktur BTN


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat mengalami penurunan laba pada bulan Mei 2018. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menilai pada Juni 2018 kinerja perseroan sudah membaik. Terlihat dari pertumbuhan laba bersih yang sudah naik bahkan mencapai dua digit.

Direktur BTN Nixon Napitupulu menyebut, menurunnya laba BTN pada Mei 2018 dikarenakan ada perlambatan kinerja pada periode tersebut.

Ke depan pihaknya telah menyusun sejumlah strategi meningkatkan profitabilitas. Salah satunya dengan menggenjot pertumbuhan dana murah yaitu giro dan tabungan.

"Memang dana murah didorong untuk menekan biaya dana (cost of fund). Deposito memang kami akan jaga di flat, bukan turun tapi stagnan," ujarnya di kantor KONTAN, Selasa (10/7).

Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan meluncurkan produk tabungan Batara Prima untuk segmen menengah ke atas. Menurutnya, dengan produk ini dana-dana murah dengan nilai besar yakni di atas Rp 1 miliar dapat menambah likuiditas perseroan.

"Batara Prima ini segmen medium class, sasarannya pengusaha. Jadi bunganya lebih tinggi dari tabungan tapi lebih rendah dibanding deposito," jelasnya.

Sementara dari sisi intermediasi, pihaknya juga akan melakukan relaksasi untuk mendorong segmen yang kurang cepat pertumbuhannya yakni Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Antara lain dengan meringankan uang muka (down payment/DP) serta mempermudah persyaratan dan percepat proses pengajuan.

Lewat cara tersebut, bank bersandi emiten BBTN ini optimistis target pertumbuhan kinerja di atas 20% dapat terlampaui tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan Mei 2018, BTN mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 9,6% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 918 miliar.

Penurunan laba itu karena adanya kenaikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar 12% yoy menjadi Rp 2,5 triliun. Selain itu biaya operasional BTN juga tercatat naik 28,2% yoy menjadi Rp 2,7 triliun. Meski begitu, kredit BTN masih tumbuh tinggi mencapai 19,9% yoy per Mei 2018 menjadi Rp 189 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×