kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

September, Inhealth kantongi premi Rp 1,6 triliun


Kamis, 26 Oktober 2017 / 21:56 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia alias Mandiri Inhealth mencatatkan pertumbuhan premi yang positif hingga sembilan bulan pertama tahun ini. Premi yang masuk kantong perusahaan mengalami kenaikan sampai dua digit.

Direktur Utama Mandiri Inhealth Iwan Pasila menyebut, sampai kuartal III 2017 Inhealth telah membukukan premi sebesar Rp 1,6 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 25,1% dari capaian tahun lalu yang berada di kisaran Rp 1 triliun.

Pertumbuhan premi ini tak lepas dari skema Coordination of Benefit (CoB) yang dijalankan perusahaannya bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut Iwan, produk tersebut masih mampu mendapat respon yang positif dari pasar. Diantaranya karena bisa membantu perusahaan yang menjadi klien perseroan bisa lebih efisien dalam menggunakan biaya kesehatan.

Ia mengatakan, sekitar 65% dari total premi yang didapat Mandiri Inhealth berasal dari produk asuransi kesehatan managed care. "Hampir seluruhnya itu dari produk hasil CoB," kata dia, Kamis (26/10).

Sampai dengan akhir September 2017 sendiri, Mandiri Inhealth sudah memiliki lebih dari 1.100 badan usaha yang menjadi nasabahnya. Sementara dari sisi jumlah peserta, angka mencapai 1,4 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×