kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Siap-siap, Pegadaian akan kerek bunga pembiayaan


Kamis, 24 Juli 2014 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Penjualan minuman berpemanis dalam kemasan di supermarket.


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Nasabah PT Pegadaian (Persero) siap-siap ya! Soalnya, perusahaan pembiayaan agunan emas pelat merah tersebut akan menaikkan bunga pinjaman hingga 100 basis poin atau 1% per tahun, terutama bagi nasabah dengan nilai pinjaman hingga Rp 20 juta dan lebih dari Rp 20 juta.

Harianto Widodo, Direktur Bisnis I Pegadaian mengungkapkan, kebijakan mengerek bunga pinjaman ini lantaran kenaikan biaya dana alias cost of fund. Saat ini, pembiayaan dan perolehan laba perseroan tertekan karena penurunan harga emas dan kenaikan biaya dana.

“Karenanya, kami tidak akan mengandalkan kenaikan harga emas lagi untuk menopang pertumbuhan bisnis. Namun, khusus golongan C dan D, kami akan menaikkan bunga hingga 1% per tahun,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (24/7).

Sekadar informasi, golongan C adalah nasabah dengan pagu kredit Rp 5,1 juta hingga Rp 20 juta. Sedangkan golongan D, untuk pagu kredit di atas Rp 20 juta.

Rencananya, kata Harianto, kenaikan bunga pinjaman ini akan dilakukan perseroan di paruh kedua ini. Strategi ini sekaligus untuk mendongkrak pendapatan bunga (net interest margin) yang diklaim masih rendah.

Per Juni 2014, Pegadaian tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 27,4 triliun atau turun tipis 5% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Namun, terjadi kenaikan 4% jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu. “Penurunan pembiayaan dikarenakan pelemahan harga emas yang masih terjadi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×