kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Simpanan Tidak Dijamin Terus Meningkat


Jumat, 18 Juni 2010 / 17:05 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Test Test

JAKARTA. Jumlah simpanan masyarakat di perbankan nasional yang tidak dijaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus meningkat. Hingga Mei 2010 kemarin, nilai simpanan diatas Rp 2 miliar bertambah 4,93% atau sebesar Rp 45,11 triliun menjadi Rp 960,35 triliun.

Peningkatan dana tak dijamin itu melebihi pertumbuhan jumlah simpanan secara keseluruhan di industri perbankan. Dari data Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), simpanan masyarakat secara keseluruhan hanya naik 1,93% menjadi Rp 2.029,21 triliun.Dari total simpanan itu deposito masih menduduki peringkat pertama dengan nilai Rp 950,86 triliun. Di urutan kedua tabungan dengan nilai Rp 598,26 triliun, kemudian giro sebesar Rp 476,30 triliun dan sertifikat deposito Rp 150 miliar. Sedangkan sisanya berbentuk simpanan lainnya.

Aviliani, pengamat perbankan dari Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (Indef), tinggi pertumbuhan simpanan yang tak dijamin terjadi karena pergerakan pasar saham yang belum stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung naik turun, menyebabkan resiko investasi di pasar lebih tinggi daripada di perbankan. “Sehingga masyarakat lebih memilih menaruh dananya di bank,” katanya di Jakarta hari ini (18/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×