Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melanjutkan penerbitan obligasi berkelanjutan VII dengan target dana Rp 24 triliun. Kali ini, SMF akan merilis obligasi berkelanjutan VII tahap II tahun 2026 dengan target dana Rp 2,67 triliun.
Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (9/2/2026), emiten obligasi ini akan merilis obligasi berkelanjutan VII tahap II dalam dua seri.
Seri A akan dirilis sebesar Rp 945 miliar dengan kupon tetap 4,75% per tahun dengan tenor 370 hari dan akan dilunasi pada 9 Maret 2027. Seri B bakal ditawarkan sebesar Rp 610 miliar dalam jangka waktu dua tahun dan akan dilunasi 27 Februari 2028 dengan kupon tetap 5,25% per tahun.
Baca Juga: Soal Penurunan Outlook Moody’s, Bos BTN: Pencadangan Kami Cukup
Untuk sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan maksimal Rp 1,115 triliun akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). "Bila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik (best effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban SMF untuk menerbitkan obligasi tersebut,” terang manajemen dalam prospektus ringkas.
Penawaran obligasi berkelanjutan VII SMF ini akan merilis dengan total target dana Rp 24 triliun. Adapun tahap I SMF telah merilis sebesar Rp 1,58 triliun.
Selain menerbitkan obligasi berkelanjutan, sukuk musyarakah berkelanjutan II SMF tahap II dengan target dana Rp 1,1 triliun. Di mana yang akan dijamin dengan kesanggupan penuh sebesar Rp 793,06 miliar, sementara dengan kesanggupan terbaik maksimal Rp 306,94 miliar. Sukuk tahap II ini SMF akan membagi imbal hasil 4,75% per tahun dan akan berjangka waktu 370 hari.
Berdasarkan prospektus ringkas, SMF akan merilis sukuk musyarakah berkelanjutan II dengan target dana Rp 2,5 triliun. Di tahap I, SMF telah merilis sukuk musyarakah berkelanjutan II sebesar Rp 445 miliar.
Obligasi dan sukuk SMF ini mendapat rating idAAA dari Pefindo. Sementara penjamin pelaksana dan penjamin emisi obligasi dan sukuk musyarakah adalah PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT RHB Sekuritas Indonesia.
Baca Juga: Saham Big Bank Lesu, Begini Rekomendasi dari Analis
Obligasi dan sukuk musyarakah ini telah dilakukan penawaran awal (bookbuilding) pada 19 Januari - 30 Januari 2026. Penawaran umum pada 23-24 Februari 2026. Penjatahan 25 Februari, pengembalian uang pesanan dan distribusi pada 27 Februari. Sementara pencatatan di BEI pada 2 Maret 2026.
Selanjutnya: Cara Cerdas Pakai Voucher Promo QRIS di MyBCA biar Transaksi Makin Hemat
Menarik Dibaca: Cara Cerdas Pakai Voucher Promo QRIS di MyBCA biar Transaksi Makin Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













