kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Soal unrealized loss Rp 43 triliun di investasi saham, ini penjelasan BP Jamsostek


Kamis, 28 Januari 2021 / 19:20 WIB
Soal unrealized loss Rp 43 triliun di investasi saham, ini penjelasan BP Jamsostek
ILUSTRASI. Sejumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK memanfaatkan Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/pras.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

“Dinamika pasar saham selama masa pandemi Covid19 memukul kinerja seluruh emiten, hingga IHSG menyentuh level 3.900an pada Maret 2020, namun kembali menyentuh level 6.000 pada Desember 2020. Hal ini berdampak unrealized loss BP Jamsostek pernah mencapai sekitar Rp 43 triliun, pada Agustus - September 2020,” katanya.

Lanjut Utoh, seiring dengan membaiknya IHSG, unrealized loss tersebut telah turun mencapai sekitar Rp 14 triliun atau di bawah 3% dari total dana kelolaan pada posisi Januari 2021. Hal ini akan terus membaik dengan tren perbaikan IHSG.

Baca Juga: Sebagian besar capex IT perbankan akan dipakai untuk memperkuat digital banking

“Saham yang dikelola BP Jamsostek masih membukukan realisasi keuntungan dan ditambah dengan keuntungan instrumen lain berdampak pada dana kelolaan BP Jamsostek per 31 Desember 2020 telah mencapai Rp 486,38 triliun dengan total hasil investasi mencapai Rp 32,30 triliun. Hasil pengembangan JHT Tahun 2020 juga diatas rata-rata bunga deposito bank pemerintah, yaitu mencapai 5,63%,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat khususnya peserta tidak terpengaruh pada isu-isu negatif yang muncul terkait pengelolaan dana. BP Jamsostek akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta dan memastikan dana peserta aman dan optimal di bawah pengelolaan BP Jamsostek.

Selanjutnya: Jaksa Agung sebut ada 7 orang calon tersangka dalam kasus korupsi Asabri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×