kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Startup Investasi Mandiri Capital Kantongi Untung Tahun 2022


Minggu, 26 Februari 2023 / 22:05 WIB
Startup Investasi Mandiri Capital Kantongi Untung Tahun 2022
ILUSTRASI. Dok. Cakap


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Portofolio investasi perusahaan ventura PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) tercatat menunjukkan performa positif. Salah satunya adalah startup pendidikan, Cakap (PT Cerdas Digital Nusantara). 

MCI melalui Indonesia Impact Fund (IIF) berinvestasi di platform Cakap sejak kuartal IV 2021. Sepanjang tahun 2022, startup ini berhasil mencatat performa bisnis positif.

Jonathan Dharmasoeka, Chief of Business Cakap, mengatakan dengan capaian itu maka Cakap tercatat sudah membukukan laba selama tiga tahun berturut-turut dengan margin EBITDA positif. Meski tak dirinci secara detail, ia menyebut pendapatan perusahaan rintisan ini berhasil tumbuh sepuluh kali lipat sejak 2020 hingga 2022.

"Selain itu, Cakap telah menjangkau 96 dari total 98 kota di Indonesia, dan tercatat sudah memberikan manfaat pada lebih dari tiga juta siswa, dengan demografi dominan di kalangan usia produktif utamanya 20-39 tahun," kata Jonathan dalam keterangan resminya, Minggu (26/2).

Adapun kontributor pendapatan utama Cakap berasal dari segmen Bahasa, Upskill, dan Bisnis. Jonathan bilang, lini bisnis bahasa tetap menjadi penghasil utama dengan menyumbang 50% dari total pendapatan yang diikuti oleh segmen upskill.

Secara rinci, segmen bahasa terutama Inggris masih menjadi kursus dengan minat paling tinggi disusul Mandarin, Korea, Jepang dan Bahasa Indonesia. Ditambah adanya pengembangan layanan dari pembelajaran daring menuju pembelajaran bauran atau blended learning. 

Secara demografis siswa Cakap tumbuh di sejumlah kota sekunder seperti Bogor, Jawa Barat dan Solo, Jawa Tengah, serta beberapa kota di Pulau Sumatra seperti Jambi dan Lampung. Sementara untuk kursus di luar bahasa, materi di bidang pertanian, pemasaran/marketing, dan yang terkait dengan pariwisata masih menjadi top three courses pilihan siswa. 

Jonathan menambahkan, Cakap yang telah terdaftar sebagai Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kemendikbud serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kemnaker ini, memiliki rating stabil di 4,9 pada Google Play Store dan telah memberikan impact satu juta kegiatan pembelajaran melalui 487 materi yang terbagi ke dalam 17.000 modul pelatihan bahasa hingga vokasi. 

Tomy Yunus, CEO & Co-Founder Cakap mengatakan Cakap sudah mengampu hingga lebih dari 1.800 pengajar yang berasal tidak hanya dari berbagai penjuru tanah air, namun juga beberapa negara Asia Pasifik dan Eropa. Selain pengajar, Cakap juga menjalin kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan, perusahaan, instansi pemerintahan, hingga yayasan, yang sudah tercatat lebih dari 600 mitra dengan berbagai kolaborasi strategis. 

Dimulai dari kolaborasi penyediaan kursus bersama Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas), BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia), hingga pada penghujung tahun terbentuknya kerjasama dengan provider Telkomcel asal Timor-Leste untuk penyediaan program pembelajaran dari Bahasa Portugis hingga keterampilan di luar bahasa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×