kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Status Persero bank BUMN hilang setelah holding


Senin, 20 November 2017 / 15:59 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian BUMN memastikan status perseroan bank akan hilang setelah adanya holding. Nantinya status bank BUMN akan disamakan dengan bank lain. 

Bank BUMN tersebut yang akan masuk sebagai holding nanti PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). 

Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN bilang hilangnya status perseroan ini berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA).

"Nantinya status bank BUMN akan disamakan dengan BUMN lain," kata Gatot, Senin (20/11).

Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 tahun 2016 menurut Gatot lebih menekankan posisi BUMN termasuk mengenai kewajiban diverstasi dan kesamaan dengan BUMN lain.

Setelah holding terbentuk, nantinya Menteri BUMN masih memegang saham seri A. Nantinya menurut Gatot, penunjukkan direksi dalam holding ini merupakan keputusan Menteri BUMN.

Gatot juga memastikan pemerintah masih memiliki hak untuk memberikan tugas khusus kepada Bank BUMN untuk kepentingan negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×