kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Suku bunga pembiayaan belum turun


Kamis, 15 Desember 2011 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Rupiah ditutup menguat tipis pada Kamis (14/1)


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kebijakan bank sentral menurunkan suku bunga acuan alias BI rate ternyata tidak berkhasiat. Pelaku usaha pembiayaan atawa multifinance mengaku tidak merasakan penurunan bunga pinjaman bank. Mereka mengaku, bunga kredit perbankan masih tinggi, yakni sekitar 10%-12% pertahun.

Sekedar mengingatkan, di Oktober dan November lalu, Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan alias BI rate sebesar 75 basis poin alias 0,75% menjadi 6%. BI berharap, penurunan BI rate itu bisa memicu penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK).

Tapi nyatanya, "Bank sebagai sumber dana kami belum menurunkan suku bunga pinjaman," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia, Kamis (15/12).

Padahal, menurut Wiwie, kalau bank menurunkan suku bunga maka perusahaan pembiayaan pasti akan mengikuti. Dalam hitung-hitungannya, bunga kredit multifinance bisa turun sekitar 1%. "Apalagi inflasi juga rendah," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×