kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Suku bunga rendah apakah masyarakat masih gemar menabung?


Senin, 12 Maret 2018 / 20:56 WIB
Suku bunga rendah apakah masyarakat masih gemar menabung?
ILUSTRASI. Tabungan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tabungan perbankan saat ini memiliki suku bunga yang relatif rendah dibandingkan dengan beberapa produk investasi seperti reksadana, deposito dan saham.

Suku bunga tabungan yang rendah ini berpotensi tergerus inflasi karena besaran bunga yang kurang optimal. Belum lagi fee administrasi yang diterapkan bank juga berpotensi menggerus dana dari tabungan masyarakat.

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah bilang, suku bunga tabungan di Indonesia secara nominal masih cukup menarik masyarakat untuk menabung.

"Dibandingkan negara ASEAN lain suku bunga simpanan kita masih cukup tinggi," kata Halim kepada Kontan.co.id, Senin (12/3). Selain itu, dengan penjaminan LPS yang cukup tinggi sampai Rp 2 miliar membuat rasa aman masyarakat cukup tinggi.

LPS mengakui memang suku bunga tabungan di beberapa bank ada yang masih menurun. Namun trennya secara umum melandai. Di beberapa bank kecil bahkan trennya tidak lagi melandai.

LPS mengaku terus mendorong masyarakat gemar menabung. Hal ini dilakukan lewat kegiatan edukasi menabun untuk investasi dan pembangunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×