Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – SURABAYA. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyediakan fasilitas trade finance guna mendukung ekspor produk unggulan nasional.
Penugasan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 50/2025.
Baca Juga: LPEI Sediakan Asuransi dan Penjaminan Lewat PKE untuk Cover Risiko Eksportir
Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman mengungkapkan, realisasi penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Trade Finance sepanjang 2025 mencapai Rp 7,68 triliun.
“Sektor makanan olahan menjadi portofolio terbesar dalam PKE Trade Finance, dengan porsi mencapai 39% atau sebanyak 31 debitur,” ujarnya dalam media gathering di Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, PKE Trade Finance saat ini dapat disalurkan ke 18 sektor industri dan komoditas, antara lain produk karet, kopi, furnitur, alas kaki, makanan olahan, tekstil dan produk tekstil, perhiasan dan permata, teh dan rempah, produk kayu, kerajinan, produk elektronik, produk kimia, komponen otomotif, produk kulit, mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, produk pertanian, hingga produk kertas.
Lebih lanjut, Sulaeman menyebut para eksportir telah memanfaatkan fasilitas ini dengan total limit terbentuk mencapai Rp 3,35 triliun hingga 2025.
Baca Juga: Daya Beli Melemah, Penyaluran KPR KB Bank Melambat di Kuartal I-2026
Tak hanya memberikan dukungan pembiayaan, PKE Trade Finance juga berkontribusi terhadap penciptaan devisa.
Ia memaparkan, setiap Rp 1 penyaluran pembiayaan dari program ini mampu menghasilkan dampak ekspor berupa penciptaan atau penghematan devisa sebesar Rp 2,75.
“Dengan demikian, PKE Trade Finance telah menciptakan atau menghemat devisa sebesar Rp 21,12 triliun pada 2025,” jelasnya.
Sementara itu, total dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk program PKE mencapai Rp 13,7 triliun.
Dana tersebut dialokasikan ke dalam sembilan program, meliputi sektor alat transportasi, farmasi dan alat kesehatan, pariwisata Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, destinasi wisata super prioritas, penerbangan, kawasan nontradisional, trade finance, UKM, serta penjaminan dan asuransi.
Baca Juga: Bank Jago (ARTO) Rayakan 5 Tahun Aplikasi Jago, Pengguna Tembus 15,2 Juta
Adapun total penyaluran (disbursement) PKE tercatat sebesar Rp 13,48 triliun sepanjang 2025, dengan kontribusi devisa mencapai US$ 2,24 juta atau setara Rp 37,06 triliun. Tercatat, sebanyak 27 eksportir terlibat dengan tujuan ekspor ke lebih dari 90 negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













