kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.970   46,00   0,26%
  • IDX 6.181   -60,46   -0,97%
  • KOMPAS100 805   -7,45   -0,92%
  • LQ45 616   -5,31   -0,86%
  • ISSI 214   -1,69   -0,78%
  • IDX30 341   -3,09   -0,90%
  • IDXHIDIV20 429   -0,76   -0,18%
  • IDX80 92   -0,86   -0,93%
  • IDXV30 116   -0,18   -0,15%
  • IDXQ30 110   -0,52   -0,47%

Sun Life: 58% Masyarakat Indonesia Khawatir Konflik Keluarga Ganggu Warisan


Senin, 28 September 2026 / 10:59 WIB
Sun Life: 58% Masyarakat Indonesia Khawatir Konflik Keluarga Ganggu Warisan
ILUSTRASI. Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo (Dok/Sun Life Indonesia)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perencanaan warisan kini tidak lagi sebatas menyiapkan aset untuk generasi berikutnya.

Kesiapan ahli waris dalam mengelola kekayaan serta potensi konflik keluarga menjadi perhatian penting bagi masyarakat di Asia, termasuk Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam laporan Sun Life Asia bertajuk Passing the Torch: When Legacy Means More Than Money.

Baca Juga: Menabung Lebih Terarah Sesuai Tujuan Finansial Anda

Studi tersebut menunjukkan, sebanyak 70% responden khawatir kekayaan mereka tidak dapat bertahan hingga generasi berikutnya. Namun, hanya 20% yang merasa benar-benar siap untuk mewariskan peninggalannya saat ini.

Dari responden yang khawatir kekayaannya tidak bertahan hingga generasi berikutnya, sebanyak 52% menilai kesiapan penerima warisan dalam mengelola aset sebagai kekhawatiran terbesar.

Angka ini diikuti perubahan kondisi pasar sebesar 49% dan konflik keluarga terkait aset sebesar 44%.

Di Indonesia, pola kekhawatiran tersebut berbeda. Konflik keluarga menjadi perhatian terbesar.

Sebanyak 58% responden Indonesia yang khawatir kekayaannya tidak bertahan hingga generasi berikutnya menyebut konflik keluarga sebagai kekhawatiran utama.

Kekhawatiran berikutnya adalah kesiapan penerima warisan dalam mengelola aset sebesar 53%, perubahan hukum, regulasi atau perpajakan 46%, serta perubahan kondisi pasar sebesar 43%.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, perencanaan warisan tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen.

Keluarga juga perlu memastikan generasi penerus memahami tujuan dan prinsip dalam mengelola kekayaan.

“Perencanaan warisan tidak cukup hanya dengan dituangkan secara tertulis. Keluarga perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dari kekayaan yang diwariskan, prinsip yang menjadi panduan dalam mengelolanya, serta bagaimana generasi berikutnya dapat meneruskan tanggung jawab tersebut,” kata Albertus dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Kenali Profil Risiko Sebelum Berinvestasi, Pilih Strategi Sesuai Tujuan Keuangan

Warisan Tak Lagi Sekadar Aset

Studi Sun Life juga menunjukkan adanya perubahan cara masyarakat Asia memandang warisan.

Sebanyak 74% responden yang merencanakan warisan finansial ingin meneruskan lebih dari sekadar aset, tetapi juga nilai-nilai, pengetahuan dan pelajaran hidup kepada generasi berikutnya.

Keterampilan dan pendidikan menjadi hal yang paling banyak ingin diwariskan, dengan proporsi 33% responden. Selanjutnya, nilai-nilai keluarga mencapai 32% dan pelajaran hidup 31%.

Pendidikan juga menjadi salah satu prioritas utama dalam pemanfaatan kekayaan. Sebanyak 48% responden ingin memberikan kesempatan pendidikan kepada generasi berikutnya.

Dari kelompok yang berencana mewariskan aset finansial, sebanyak 45% ingin mengalokasikannya untuk pendidikan.

Di Indonesia, perhatian terhadap pendidikan bahkan lebih tinggi. Sebanyak 65% responden menempatkan kesempatan pendidikan sebagai salah satu dari tiga prioritas utama yang ingin diwariskan.

Sementara itu, 61% responden yang berencana mewariskan aset finansial atau kekayaan ingin menggunakannya untuk membiayai pendidikan.

Selain pendidikan, sebanyak 61% responden secara umum berharap kekayaan dapat membuka peluang jangka panjang bagi orang-orang yang mereka cintai.

Sebanyak 52% lainnya ingin memastikan kebutuhan utama seperti tempat tinggal dan layanan kesehatan tetap terpenuhi.

Baca Juga: Kredit Tumbuh 13,3%, DPK Hanya 7,7%, Mirae Sebut Likuiditas Bank Makin Ketat




TERBARU

[X]
×