CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Superbank Perkuat GCG dan AI untuk Tekan Risiko Fraud di Era Digital


Selasa, 28 April 2026 / 18:54 WIB
Superbank Perkuat GCG dan AI untuk Tekan Risiko Fraud di Era Digital
ILUSTRASI. Pencatan Perdana Saham Superbank (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Superbank memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menekan risiko fraud di tengah pesatnya transformasi digital sektor keuangan.

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menegaskan bahwa risiko fraud tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, namun bisa ditekan hingga level minimal melalui penguatan tata kelola dan disiplin manajemen risiko.

Baca Juga: Bank Harap Proses Gadai Barang Hasil Kredit Dapat Tercatat di SLIK

“Fraud itu tidak bisa dihindari secara total, tapi bagaimana kita meminimalkan sehingga hampir nol. GCG di perbankan itu sudah menjadi hal yang mendasar,” ujarnya, Senin (24/4/2026).

Menurut Tigor, implementasi GCG dilakukan secara menyeluruh di seluruh lini perusahaan, mulai dari struktur organisasi, manajemen risiko, hingga sistem pengendalian internal.

Penguatan ini juga menjadi semakin penting seiring rencana Superbank untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), yang menuntut standar tata kelola lebih ketat dan transparan.

Selain GCG, Superbank juga memperkuat mitigasi risiko melalui pendekatan komprehensif, termasuk stress testing secara berkala dan penguatan fungsi manajemen risiko dengan dukungan tenaga profesional berpengalaman.

Di sisi lain, perusahaan turut mengandalkan teknologi sebagai lini pertahanan utama terhadap meningkatnya ancaman kejahatan digital.

Baca Juga: Saham Big Banks Menguat, Berpeluang Rebound Meski Tertekan Sentimen Global

Tigor mengakui bahwa pelaku kejahatan juga semakin adaptif dengan memanfaatkan teknologi, termasuk AI.

“Orang jahat juga pakai AI, jadi kita harus lebih cepat lagi. Hampir seluruh engineer kami menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas dan kecepatan,” jelasnya.

Dengan kombinasi penguatan tata kelola dan adopsi teknologi, Superbank menargetkan dapat meningkatkan ketahanan sistem perbankan digital sekaligus menjaga kepercayaan nasabah di tengah meningkatnya risiko fraud di sektor keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×