Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham dari bank-bank besar atau big banks kompak menguat pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Penguatan ini terjadi di tengah tekanan sentimen global, dengan analis melihat adanya potensi kenaikan harga saham secara teknikal dalam jangka pendek.
Kenaikan paling signifikan tercatat pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), diikuti oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Secara rinci, saham BBNI ditutup di level Rp 3.790 atau naik 1,88%. Menariknya, saham ini juga mencatat aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp 33,96 miliar, menunjukkan adanya minat akumulasi di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Sementara itu, saham BMRI menguat 0,68% ke level Rp 4.430. Namun, kenaikan harga ini tidak diikuti arus dana asing, di mana BMRI justru mencatat net sell sebesar Rp 350,72 miliar.
Baca Juga: Bank Swasta Didorong Biayai Program Prioritas Pemerintah, Ini Kata Bos Superbank
Hal serupa terjadi pada saham BBRI yang naik 0,66% ke level Rp 3.070, dengan tekanan jual bersih asing mencapai Rp 136,89 miliar. Adapun saham BBCA menguat 0,42% ke Rp 6.000, meski juga mengalami net sell sebesar Rp 170,39 miliar.
Head Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, memproyeksikan bahwa pergerakan saham big banks dalam sepekan ke depan masih akan dibayangi tekanan. Meski demikian, ia menilai peluang rebound teknikal tetap terbuka.
Menurut Wafi, terdapat tiga sentimen utama yang akan memengaruhi pergerakan saham sektor perbankan, yaitu pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), volatilitas nilai tukar rupiah, serta rilis laporan kinerja bank kuartal I-2026.
Sentimen dari MSCI dan fluktuasi rupiah cenderung memberikan tekanan negatif terhadap saham big banks. Sebaliknya, laporan kinerja keuangan berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham.
Baca Juga: Masih Menjanjikan, Sejumlah Bank Genjot Bisnis Kredit Pensiunan
"Pasar masih wait and see menjelang pengumuman MSCI 12 Mei dan selama ketidakpastian ini bertahan, asing sulit masuk agresif ke big banks," kata Wafi kepada Kontan.co.id.
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, prospek saham big banks dinilai tetap solid. Hal ini didukung oleh kinerja keuangan sejumlah bank besar yang mulai menunjukkan hasil positif.
"BMRI sudah buktikan kinerja kuat dan kalau BBCA serta BBRI rilis angka serupa, bisa jadi pemicu rebound singkat. Dari sisi valuasi, BBNI sudah di bawah nilai bukunya," jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Wafi merekomendasikan investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap. Ia menilai saham BMRI dan BBNI menjadi pilihan utama, mengingat valuasi yang relatif menarik serta indikator kinerja yang telah menunjukkan kekuatan fundamental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













