kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.901   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.053   21,23   0,35%
  • KOMPAS100 781   5,63   0,73%
  • LQ45 599   5,13   0,86%
  • ISSI 211   -0,33   -0,16%
  • IDX30 333   2,93   0,89%
  • IDXHIDIV20 426   3,87   0,92%
  • IDX80 89   0,60   0,68%
  • IDXV30 116   0,61   0,53%
  • IDXQ30 109   1,08   1,00%

Surveyor Indonesia dan SMF Kembangkan Uji Risiko Iklim untuk Pembiayaan Perumahan


Jumat, 09 Oktober 2026 / 11:22 WIB
Surveyor Indonesia dan SMF Kembangkan Uji Risiko Iklim untuk Pembiayaan Perumahan
ILUSTRASI. Direktur Niaga dan Operasi PT Surveyor Indonesia Euis Emalia Noor (Dok/PT Surveyor Indonesia)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF untuk mengembangkan Climate Risk Stress Testing (CRST).

Inisiatif ini bertujuan mengukur potensi dampak perubahan iklim terhadap profil risiko dan kondisi keuangan perusahaan.

Kerja sama tersebut dilakukan di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim terhadap industri keuangan.

Baca Juga: Bank of India Indonesia (BSWD) Kaji Strategi Penuhi Free Float 15%

Risiko itu mencakup kerusakan aset akibat bencana, penurunan nilai agunan, hingga memburuknya kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pembiayaan dan kinerja keuangan perusahaan.

Direktur Niaga dan Operasi PT Surveyor Indonesia Euis Emalia Noor mengatakan, perubahan iklim perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengelolaan risiko bisnis karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga ketahanan finansial perusahaan.

“Perubahan iklim saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai isu lingkungan, tetapi juga sebagai faktor yang dapat memengaruhi ketahanan dan kinerja finansial perusahaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Menurut Euis, industri keuangan membutuhkan pendekatan yang dapat menerjemahkan risiko iklim menjadi potensi dampak terukur terhadap bisnis dan keuangan.

Dalam hal ini, CRST menjadi instrumen untuk menguji ketahanan perusahaan terhadap berbagai skenario perubahan iklim sekaligus menjadi dasar penguatan manajemen risiko dan strategi bisnis.

Baca Juga: BMRI Terima Gadai Saham Emiten Haji Isam JARR, Cek Aturan Kepemilikan Saham Bank

Melalui kolaborasi tersebut, PTSI akan mendukung penilaian kesiapan SMF dalam mengelola risiko iklim, termasuk mengidentifikasi risiko fisik dan risiko transisi yang relevan dengan bisnis pembiayaan perumahan.

PTSI juga mengembangkan pendekatan untuk mengukur dampak risiko tersebut terhadap profil risiko dan kondisi keuangan perusahaan.

Risiko fisik mencakup potensi dampak banjir, kebakaran, cuaca ekstrem, kenaikan suhu, hingga kenaikan permukaan air laut.

Adapun risiko transisi dapat muncul akibat perubahan kebijakan, perkembangan teknologi, pergeseran preferensi konsumen dan investor, serta peralihan menuju ekonomi rendah karbon.

Hasil pengujian CRST diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi mitigasi sekaligus memperkuat kapasitas internal SMF dalam mengelola risiko iklim secara berkelanjutan.

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Hapus Buku Pembiayaan Macet bagi LKM

PTSI menyebut telah menerapkan analisis risiko iklim di sejumlah perusahaan lintas sektor, antara lain PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI).

Dalam proyek-proyek tersebut, PTSI melakukan identifikasi risiko fisik perubahan iklim, analisis spasial untuk memetakan eksposur aset terhadap risiko bencana, serta penyusunan strategi mitigasi yang disesuaikan dengan karakteristik bisnis masing-masing perusahaan.

Euis berharap, kolaborasi dengan SMF dapat membantu sektor pembiayaan perumahan mengantisipasi dampak perubahan iklim sekaligus memperkuat kesiapan dan kapasitas internal perusahaan dalam mengelola risiko tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×