kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.859   16,00   0,09%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Surya Fajar Sekuritas Sebut Reformasi Pasar Modal Membuat Industri Lebih Hati-hati


Kamis, 12 Februari 2026 / 17:19 WIB
Surya Fajar Sekuritas Sebut Reformasi Pasar Modal Membuat Industri Lebih Hati-hati
ILUSTRASI. Steffen Fang, CEO PT Surya Fajar Sekuritas (Dok/Pribadi)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Fajar Sekuritas menilai agenda reformasi integritas pasar modal yang tengah berlangsung akan mendorong pelaku industri untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnis, sehingga berpotensi menahan aktivitas industri dalam jangka pendek.

Founder sekaligus Presiden Direktur PT Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang mengatakan, reformasi pasar modal membuat pelaku industri perlu menyesuaikan diri dengan standar tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat.

Baca Juga: Surya Fajar Sekuritas Proyeksi Investor Ritel Tumbuh 10%-15% di Tahun 2026

“Terhadap reformasi pasar modal, di industri tentunya kita lebih berhati-hati dan dampaknya bisnis lebih slow sudah pasti, tetapi dalam jangka panjang kami melihat dampak positif akan terjadi perbaikan kualitas industri juga,” ujar Steffen kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih mencermati perkembangan ketentuan yang akan diterapkan dalam rangka reformasi pasar modal tersebut. 

“Kami di sekuritas sendiri sejauh ini masih mengamati perkembangan peraturan yang akan berlaku,” katanya.

Baca Juga: Celah Sekuritas Jadi Pintu Masuk Pembobolan RDN, Begini Modusnya Menurut Ahli Siber

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mencanangkan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. 

Agenda tersebut mencakup penguatan aspek likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement, serta sinergi lintas otoritas dan pemangku kepentingan guna memperkuat kepercayaan investor dan daya saing pasar modal domestik.

Baca Juga: Transaksi Surya Fajar Sekuritas Menguat Seiring Penurunan Suku Bunga The Fed

Selanjutnya: Naik Tipis, Penjualan Mobil Astra (ASII) Capai 34.867 Unit pada Januari 2026

Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×