Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Fajar Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan investor ritel di tahun 2026 tumbuh 10%-15%.
Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang mengatakan tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal 2026 bisa menjadi sentimen positif bagi industri sekuritas secara keseluruhan.
Selain itu, kenaikan indeks dan nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai turut mendorong aktivitas bisnis perusahaan sekuritas.
Baca Juga: OJK Mencatat Premi Asuransi Kesehatan Tumbuh 14,47% Hingga November 2025
"Kami melihat kenaikan indeks dan value transaksi di bursa sangat membawa pengaruh positif bagi industri sekuritas secara keseluruhan," ungkapnya pada Kontan, Jumat (9/1/26).
Di sisi lain, Steffen menyebut prediksi pertumbuhan tersebut didasarkan pada kebijakan-kebijakan Self-Regulatory Organization (SRO) yang mendukung pertumbuhan investor ritel.
Seiring dengan kondisi pasar yang masih kondusif, Steffen mengaku bahwa Surya Fajar Sekuritas lebih optimis meraih target dan kinerja yang lebih baik di tahun ini.
Oleh sebab itu, Surya Fajar Sekuritas akan terus memfokuskan pengembangan bisnis pada segmen retail investor karena dinilai memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar.
"Strategi kami masih melihat investor ritel sebagai potensi market yang masih besar, mengingat potensi market indonesia masih sangat besar," pungkasnya.
Selanjutnya: OJK Mencatat Premi Asuransi Kesehatan Tumbuh 14,47% Hingga November 2025
Menarik Dibaca: Marty Supreme dan 6 Film Tentang Olahraga yang Bakal Bikin Semangat Membara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













