kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tak cuma ATM, mesin EDC bank juga ikut terganggu akibat Jabodetabek mati listrik


Minggu, 04 Agustus 2019 / 18:02 WIB
Tak cuma ATM, mesin EDC bank juga ikut terganggu akibat Jabodetabek mati listrik

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemadaman listrik yang terjadi di area Jabodetabek tak cuma mematikan layanan anjungan tunai mandiri (ATM) milik bank, beberapa mesin electronic data capture (EDC) juga dipastikan tak berfungsi.

Head of Digital Banking, Branchless & Partnership PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA, anggota indeks Kompas100) Bambang Karsono Adi bilang hal tersebut terjadi akibat BTS operator selular juga ikut tak berfungsi.

“Soal EDC lebih kompleks masalahnya, karena meskipun ada listrik dari genset, namun mesin EDC tidak mendapat sinyal karena beberapa BTS operator selular juga kedapatan mati,” kata Bambang kepada Kontan.co.id, Minggu (4/8).

Baca Juga: Listrik di Jabodetabek padam, layanan ATM BCA hingga BNI ikut terganggu

Sementara Bambang juga bilang beberapa ATM CIMB Niaga yang berada di area pemadaman listrik, dan tidak memiliki cadangan daya dipastikan tak berfungsi. Meski demikian, layanan elektronik seperti mobile banking, internet banking disebut Bambang masih berfungsi normal.

Sebelumnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, anggota indeks Kompas100), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100) juga telah menyatakan hal yang sama. Mesin ATM mereka tak berfungsi di area pemadaman listrik.

“Sehubungan dengan pemadaman listrik yang terjadi di sebagian wilayah Jabodetabek yang mengakibatkan terganggunya sebagian layanan ATM, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut,” kata Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Waspada! Jasa penutupan kredit via blast SMS makin marak

Sementara Corporate Secretary BNI Meiliani bilang bank berlogo angka 46 ini mencatat saat ini hanya ada 15.000 mesin ATM perseroan yang berfungsi.

“Kami menganjurkan nasabah untuk menggunakan mesin ATM yang berada di dalam area kantor cabang BNI karena memiliki cadangan listrik yang memadai. Atau menggunakan mesin ATM yang memiliki pasokan listrik memadai misalnya, mall, restoran, bandara, atau area publik lainnya,” kata Meiliani

Baca Juga: Kinerja pembiayaan multifinance hanya tumbuh 4,29% hingga pertengahan tahun ini




TERBARU

Close [X]
×