kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tak lagi defisit, ini PR BPJS Kesehatan tahun 2021 menurut YLKI


Selasa, 09 Februari 2021 / 06:00 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Adi Wikanto

Tak hanya itu, dengan surplusnya arus kas BPJS Kesehatan ini, dia pun meminta agar BPJS Kesehatan tetap memberikan layanan yang andal bagi para pesertanya.

"Sehingga saat ini atau ke depan nanti dengan kondisi yang semakin baik dari sisi finansial maka kami selaku konsumen tidak ingin ada berita-berita tentang ditolaknya peserta JKN karena rumah sakit penuh atau segala macam," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 diperkirakan capai 1,7 juta, begini kesiapan anggarannya

Karena itu, dia pun berharap BPJS Kesehatan turut mendorong rumah sakit memberikan pelayanan yang baik. Dia juga berharap tidak ada peserta JKN-KIS yang diminta untuk membayar obatnya sendiri.

Tak hanya itu, dia juga berharap ke depan tidak ada lagi antrian yang panjang untuk para peserta JKN-KIS, mendorong fasilitas kesehatan untuk menggunakan teknologi dalam melayani pasien atau peserta JKN-KIS,  hingga memperbanyak kanal pengaduan.

Menurutnya, dengan memperbanyak kanal pengaduan, maka peserta bisa lebih mudah memberikan masukan, aspirasi dan hingga pengaduan bila terdapat masalah dalam pelayanan fasilitas kesehatan.

Selanjutnya: Arus kas BPJS Kesehatan catat surplus Rp 18,7 triliun di 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×