kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Tak mau agresif, Permata patok pertumbuhan kredit 20%


Selasa, 24 Mei 2011 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Fitch Ratings Indonesia kembali menurunkan peringkat salah satu perusahaan pengembang properti.


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) menargetkan pertumbuhan kredit hingga 20% atau sebesar Rp 10,8 triliun untuk kredit baru sampai akhir 2011. Angka ini lebih tinggi sekitar 20% dari outstanding 2010 yaitu Rp 52 triliun.

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) juga akan digenjot hingga 20% atau Rp 11,6 triliun untuk akhir 2011, dari total DPK sebesar Rp 58 triliun pada akhir 2010.

Walaupun sudah menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp 1 triliun, bank berkode saham BNLI ini belum akan menaikkan target kredit dan DPK lebih dari 20%.

"Kami ingin kredit tumbuh konservatif sebesar 20%, namun jika permintaan kredit besar ada kemungkinan naik atau lebih dari 20%," kata Direktur Perbankan Ritel PermataBank, Lauren Sulistiawati, Selasa (24/5).

Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequate ratio (CAR) akan dipertahankan ke level 14% sampai akhir tahun, di mana pada kuartal pertama masih sebesar 14,1%.

Sementara itu, komposisi DPK untuk tabungan dan giro (dana murah) akan dinaikkan porsinya hingga 45%, sedangkan deposito menjadi 55% sampai akhir tahun. Pada kuartal I 2011, porsi dana murah hanya 42%, sedangkan dana mahal mencapai 58%.

Melalui penyaluran kredit tersebut, maka loan to deposit ratio (LDR) kuartal satu mencapai 86%. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang sebesar 78%-100%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×