kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.049   48,00   0,28%
  • IDX 6.967   -59,57   -0,85%
  • KOMPAS100 961   -9,63   -0,99%
  • LQ45 705   -9,97   -1,39%
  • ISSI 249   -2,23   -0,89%
  • IDX30 387   -2,08   -0,54%
  • IDXHIDIV20 480   -2,96   -0,61%
  • IDX80 108   -1,19   -1,08%
  • IDXV30 132   -0,78   -0,59%
  • IDXQ30 126   -0,97   -0,77%

Tak mau agresif, Permata patok pertumbuhan kredit 20%


Selasa, 24 Mei 2011 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Fitch Ratings Indonesia kembali menurunkan peringkat salah satu perusahaan pengembang properti.


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) menargetkan pertumbuhan kredit hingga 20% atau sebesar Rp 10,8 triliun untuk kredit baru sampai akhir 2011. Angka ini lebih tinggi sekitar 20% dari outstanding 2010 yaitu Rp 52 triliun.

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) juga akan digenjot hingga 20% atau Rp 11,6 triliun untuk akhir 2011, dari total DPK sebesar Rp 58 triliun pada akhir 2010.

Walaupun sudah menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp 1 triliun, bank berkode saham BNLI ini belum akan menaikkan target kredit dan DPK lebih dari 20%.

"Kami ingin kredit tumbuh konservatif sebesar 20%, namun jika permintaan kredit besar ada kemungkinan naik atau lebih dari 20%," kata Direktur Perbankan Ritel PermataBank, Lauren Sulistiawati, Selasa (24/5).

Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequate ratio (CAR) akan dipertahankan ke level 14% sampai akhir tahun, di mana pada kuartal pertama masih sebesar 14,1%.

Sementara itu, komposisi DPK untuk tabungan dan giro (dana murah) akan dinaikkan porsinya hingga 45%, sedangkan deposito menjadi 55% sampai akhir tahun. Pada kuartal I 2011, porsi dana murah hanya 42%, sedangkan dana mahal mencapai 58%.

Melalui penyaluran kredit tersebut, maka loan to deposit ratio (LDR) kuartal satu mencapai 86%. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang sebesar 78%-100%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×