kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tak mau agresif, Permata patok pertumbuhan kredit 20%


Selasa, 24 Mei 2011 / 14:20 WIB
Tak mau agresif, Permata patok pertumbuhan kredit 20%
ILUSTRASI. Fitch Ratings Indonesia kembali menurunkan peringkat salah satu perusahaan pengembang properti.


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) menargetkan pertumbuhan kredit hingga 20% atau sebesar Rp 10,8 triliun untuk kredit baru sampai akhir 2011. Angka ini lebih tinggi sekitar 20% dari outstanding 2010 yaitu Rp 52 triliun.

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) juga akan digenjot hingga 20% atau Rp 11,6 triliun untuk akhir 2011, dari total DPK sebesar Rp 58 triliun pada akhir 2010.

Walaupun sudah menerbitkan obligasi subordinasi sebesar Rp 1 triliun, bank berkode saham BNLI ini belum akan menaikkan target kredit dan DPK lebih dari 20%.

"Kami ingin kredit tumbuh konservatif sebesar 20%, namun jika permintaan kredit besar ada kemungkinan naik atau lebih dari 20%," kata Direktur Perbankan Ritel PermataBank, Lauren Sulistiawati, Selasa (24/5).

Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequate ratio (CAR) akan dipertahankan ke level 14% sampai akhir tahun, di mana pada kuartal pertama masih sebesar 14,1%.

Sementara itu, komposisi DPK untuk tabungan dan giro (dana murah) akan dinaikkan porsinya hingga 45%, sedangkan deposito menjadi 55% sampai akhir tahun. Pada kuartal I 2011, porsi dana murah hanya 42%, sedangkan dana mahal mencapai 58%.

Melalui penyaluran kredit tersebut, maka loan to deposit ratio (LDR) kuartal satu mencapai 86%. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang sebesar 78%-100%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×