kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.993   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa dari Segmen Kumpulan Tumbuh 5,7% pada Kuartal I-2026


Kamis, 04 Juni 2026 / 07:42 WIB
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa dari Segmen Kumpulan Tumbuh 5,7% pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Pendapatan premi kumpulan asuransi jiwa tumbuh 5,7% di kuartal I-2026


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi industri asuransi jiwa segmen kumpulan mengalami pertumbuhan pada kuartal I-2026.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo merinci pendapatan premi industri dari segmen kumpulan tercatat sebesar Rp 11,52 triliun pada kuartal I-2026.

"Nilainya tumbuh 5,7%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,9 triliun," ujarnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Pembiayaan MUF Masih Tumbuh

Albertus menerangkan, pertumbuhan pada segmen kumpulan menunjukkan peningkatan kebutuhan pelindungan kolektif, termasuk perusahaan atau institusi. Adapun kontribusi segmen kumpulan sebesar 24,37% terhadap total premi industri.

Namun, pendapatan premi industri dari segmen perorangan menunjukkan kinerja berbeda. AAJI mencatat, pendapatan premi dari segmen perorangan mencapai Rp 35,75 triliun pada kuartal I-2026. Nilainya mengalami penurunan tipis 2,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Meski terkontraksi, Albertus mengungkapkan bahwa segmen perorangan masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 75,63% terhadap total premi industri. 

"Hal itu menunjukkan bahwa segmen individu tetap menjadi basis utama perlindungan asuransi jiwa di Indonesia," tuturnya.

Melihat komposisi kedua segmen itu, Albertus bilang bahwa kebutuhan pelindungan masyarakat terus berkembang baik pada level individu maupun kelompok, sehingga memperluas jangkauan pelindungan industri secara lebih menyeluruh.

Sebagai informasi, AAJI mencatat, total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 47,27 triliun pada kuartal I-2026. Nilainya terkontraksi tipis 0,5%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×