kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Target CIMB Niaga lebih konservatif tahun depan


Selasa, 02 Desember 2014 / 12:16 WIB
ILUSTRASI. Kolaborasi seniman dari berbagai daerah menampilkan pertunjukan seni Beksan Akapela Pradaksina saat pembukaan Indonesia Bertutur 2022 di Taman Lumbini Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/9/2022). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/wsj.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank CIMB Niaga mulai menyusun rencana bisnis bank (RBB) untuk tahun 2015. Dalam RBB yang tengah disusun itu, CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan kredit maupun pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang konservatif.
 
Direktur Strategy & Finance Bank CIMB Niaga Wan Razly Abdullah mengatakan, saat ini pihaknya tidak dapat menyampaikan target laba bersih di tahun 2015. “Karena itu bersifat forward looking statement sehingga dapat mempengaruhi investor,” kata Wan Razly saat dihubungi KONTAN, Senin (1/12).
 
Wan Razly menambahkan target pertumbuhan kredit Bank CIMB Niaga di tahun 2015 lebih konservatif dari target industri yang diarahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Target pertumbuhan kredit Bank CIMB Niaga di tahun depan dipatok di kisaran 12% secara year on year (yoy). “Sementara target pertumbuhan DPK sejalan dengan arahan dari OJK yaitu di kisaran 11% secara yoy,” ujar Wan Razly.
 
Penetapan target yang konservatif ini berdasarkan perkiraan kondisi makro ekonomi dan kondisi pasar nasional saat ini yang masih sangat menantang. Di pertengahan November 2014, pemerintah kembali mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Di tahun 2015, diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunganya. “Hal ini akan cukup berdampak pada perekonomian nasional, terutama nilai tukar Rupiah dan tingkat bunga,” jelas Wan Razly.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×