Reporter: Issa Almawadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Setelah pemerintah menetapkan anggaran kredit usaha rakyat (KUR) 2016 sebesar Rp 100 triliun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu penyalurnya pun langsung menetapkan target. Tidak tanggung-tanggung, BRI yakin bisa menyalurkan KUR sebesar Rp 67 triliun.
"Porsi KUR kami harapkan Rp 67 triliun dari Rp 100 triliun. Pemerintah kan Rp 100 triliun dulu, kalau bisa jadi Rp 120 triliun," kata Haru Kusmahargyo, Direktur Keuangan BRI, pekan lalu.
Namun Haru menjelaskan, dalam penyalurkan KUR, yang terpenting adalah bukan nilainya. Menurut dia, BRI lebih mengutamakan jumlah debitur.
Misalnya saja pada 2015 lalu. Haru bilang, debitur KUR BRI mencapai lebih dari 800.000. "Padahal target debitur cuma 600.000. Dan tahun ini, kami harapkan jumlah debitur semakin merata," imbuh Haru.
Pada 2015, target realistis penyaluran KUR BRI akan berkisar Rp 15 triliun. Angka itu, lanjut Haru, sudah tercapai satu minggu sebelum tutup tahun 2015.
Haru menambahkan, adanya program KUR bakal menjadi pendorong pertumbuhan kredit BRI. "Tahun ini, kredit akan lebih baik. Kami perkirakan bisa tumbuh 13%," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)