kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Targetkan Rp 500 Miliar, Penjualan ORI030 di BTN Tembus Rp 250 Miliar


Rabu, 15 Juli 2026 / 19:28 WIB
Targetkan Rp 500 Miliar, Penjualan ORI030 di BTN Tembus Rp 250 Miliar
ILUSTRASI. Kupon tetap ORI030 hingga 7% terbukti menarik minat investor di BTN. Di mana dalam 8 hari sudah Rp 250 miliar terkumpul (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan, penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI030 sebesar Rp 500 miliar selama masa penawaran.

Sekadar informasi, ORI030 dipasarkan sejak 6 hingga 30 Juli 2026 dengan kupon tetap sebesar 6,9% untuk tenor tiga tahun dan 7% untuk tenor enam tahun.

Pemerintah sendiri secara nasional menargetkan SBN ritel seri ini dapat terjual sebesar Rp 20 triliun dengan opsi penyesuaian kuota di kemudian hari.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengonfirmasi bahwa animo masyarakat dalam berinvestasi pada instrumen masa penawaran ini sangat masif.

Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Bisnis Wealth Management Perbankan Tetap Sumbang Cuan

Hingga memasuki pertengahan masa penawaran, total pemesanan dari para nasabah ritel terpantau melaju dengan sangat kilat.

"Volume penjualan ORI030 yang berhasil dibukukan hingga hari ke 8 penawaran sudah lebih dari Rp 250 miliar," kata Ramon kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).

Investor ritel tercatat jauh lebih meminati produk investasi dengan jangka waktu yang relatif pendek demi fleksibilitas perputaran modal mereka.

"Penjualan ORI030 T3 lebih banyak dipesan oleh investor karena tenor yang lebih pendek dan selisih kupon hanya 0,1%" jelas Ramon.

Ramon bilang laju pertumbuhan jumlah pemodal baru di bank pelat merah ini menunjukkan akselerasi yang lebih tinggi ketimbang penerbitan produk-produk obligasi negara pada periode sebelumnya.

Penyerapan dana masyarakat yang kuat ini dinilai wajar mengingat situasi pasar finansial domestik sedang menghadapi gejolak serta ketidakpastian.

Baca Juga: Manulife Indonesia Bukukan Pendapatan Jasa Asuransi Rp3,97 Triliun pada 2025

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, dinamika ekonomi makro saat ini sangat memengaruhi preferensi alokasi aset para pemodal ritel di dalam negeri.

"Realisasi penjualan awal yang cukup kuat menunjukkan flight to safety yang normal terjadi. Kondisi makro saat ini dan volatilitas pasar saham mendukung minat investor untuk mencari instrumen investasi yang lebih aman," ungkap David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×