Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal ventura masih bertumbuh pada Januari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menyebutkan, nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 15,95 triliun per Januari 2026.
"Nilai pembiayaan per Desember 2025 tumbuh sebesar 0,83% Year on Year (YoY)," ucap Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (3/3/2026).
Jika ditelaah berdasarkan data OJK, pertumbuhan pembiayaan modal ventura per Januari 2026 terpantau meningkat, dibandingkan posisi per Desember 2025. Adapun pembiayaan modal ventura pada bulan sebelumnya mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,81% YoY, dengan nilai mencapai Rp 15,97 triliun.
Baca Juga: OJK: 9 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp 12,5 Miliar
Mengenai kondisi per November 2025, Agusman menerangkan pembiayaan modal ventura mencapai Rp 16,29 triliun, atau terkontraksi sebesar 1,2% YoY.
Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset industri modal ventura per Januari 2026 sebesar Rp 27,01 triliun. Nilai itu meningkat 1,58%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 26,59 triliun.
Sementara itu, Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) memproyeksikan industri modal ventura Indonesia akan berada pada fase yang lebih stabil dan matang pada 2026. Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat Amvesindo Novrizal Pratama menyebut industri akan fokus investasi yang makin terarah pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
Adapun sektornya, seperti Enterprise and Business-to-Business (B2B) solutions, termasuk Software as a Service (SaaS) dan solusi digital untuk efisiensi operasional perusahaan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sektor lainnya yang difokuskan, yakni logistik dan supply chain sebagai tulang punggung perdagangan dan distribusi nasional, healthtech dan agritech yang mendukung ketahanan kesehatan dan pangan, serta climate-related solutions dan teknologi efisiensi energi sejalan dengan agenda keberlanjutan, kemudian manufacturing enablement dan deep tech terapan yang mendorong produktivitas dan daya saing industri.
Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Tumbuh 60,05% per Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













