kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Terapkan Prudential Banking, Kualitas Kredit Bank Mandiri Tumbuh Positif pada 2022


Selasa, 28 Februari 2023 / 11:59 WIB
Terapkan Prudential Banking, Kualitas Kredit Bank Mandiri Tumbuh Positif pada 2022
ILUSTRASI. Nasabah mengantre sebelum melakukan transaksi di KCU Bank Mandiri, Tangerang Selatan, Rabu (23/6). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/06/2021.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses penyaluran kredit bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diklaim telah sesuai dengan koridornya. Tentunya bank juga cukup fokus dalam menjalankan prinsip kehatia-hatian atau prudential.

PT Bank Mandiri (persero) Tbk misalnya, yang menyatakan bahwa perseroan menyadari bahwa strategi ekspansi yang dilakukan harus dilakukan secara prudential dan selected.

“Tujuannya, agar perseroan dapat menjaga tren penguatan kinerja saat ini secara berkelanjutan seiring ekspektasi penguatan ekonomi domestik, termasuk dalam menangkap potensi ekonomi di wilayah,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha kepada Kontan.co.id, Senin (27/2).

Rudi mengungkapkan bahwa penerapan prinsip prudentialitas ini diterapkan secara konsisten dalam setiap proses penyaluran kredit secara end-to-end. Menurutnya, mulai dari identifikasi calon debitur (prinsip know your customers/kyc), penilaian bisnis dan potensi ke depan, hingga proses pemantauan dan collection.

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga Mendorong Pertumbuhan Deposito pada Awal Tahun

“Hasilnya, sampai dengan akhir Desember 2022 penyaluran kredit Bank Mandiri mencatatkan tren yang positif,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, itu tercermin dari realisasi kredit perseroan yang tumbuh 14,5% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp 1.202,2 triliun secara konsolidasi.

“Pertumbuhan kredit tersebut juga merata baik dari segmen wholesale (secara bank only) sebesar 12,20% dan segmen ritel yang tumbuh sebesar 13,42%,” sebutnya.

Rudi menambahkan, pihaknya juga membukukan kualitas pembiayaan yang semakin baik. Hal ini terlihat pada rasio Non Performing Loan (NPL) perseroan secara bank only, yang berhasil menurun sebesar 93 basis poin (bps) secara tahunan ke level 1,88% pada akhir tahun lalu.

Sementara itu, Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto mengatakan banyaknya koridor hukum yang harus dipedomani Bank Himbara sebagai rambu-rambu agar pelaksanaan proses pemberian kredit memenuhi kaidah prudential banking.

Prudential banking itu terjemahannya adalah setiap pejabat kredit di bank BUMN harus mematuhi prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance), tata kelola yang baik terkait pada transparansi keterbukaan, akuntabilitas dan pertanggungjawaban,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) 2023 Indonesian Banking Journalist (Inabanks), Senin (27/2).

Baca Juga: Bank Mandiri Catatkan Pertumbuhan Kredit Sebesar 11,5% pada Januari

Dia bilang, ada sembilan undang-undang yang harus dipedomani dan wajib dipatuhi oleh pejabat bank BUMN. Hal itu, kata dia, yang membuat pejabat BUMN itu mematuhi aturan main.

“Saya meyakini proses penyaluran kredit di bank BUMN itu sudah sesuai dengan koridornya, karena begitu rigid-nya, begitu ketatnya rules yang harus dipedomani dan dipenuhi,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×