kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Total pembiayaan rumah murah capai Rp 13 triliun


Senin, 30 Juni 2014 / 11:34 WIB
Menakar Prospek Dividen Bank Big Cap Usai Kantongi Laba Jumbo di Tahun 2022


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bersama bank pelaksana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menggelontorkan kredit rumah murah sebesar Rp 13,15 triliun selama lima tahun. Dana KPR FLPP tersebut telah digunakan untuk mendirikan 308.041 unit rumah.

Sri Hartoyo, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera, megharapkan pembiayaan rumah murah ini terus meningkat. Dalam menyalurkan dana KPR FLPP ini Kemenpera menggandeng sekitar 20 bank penyalur baik bank swasta nasional maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada.

Adapun, penyaluran FLPP terbesar ada pada lima wilayah. Misalnya, provinsi Jawa Barat dengan jumlah 120.963 unit rumah.

Selanjutnya provinsi Banten yakni 33.310 unit rumah, Jawa Timur berjumlah 23.702 unit rumah, Kalimantan Selatan berjumlah 18.724 unit rumah dan Jawa Tengah yakni 17.866 unit rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×