kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tren lesu, penjualan ST005 BRI justru tembus target


Rabu, 21 Agustus 2019 / 23:54 WIB
Tren lesu, penjualan ST005 BRI justru tembus target
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan ATM Bank BRI

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Di tengah tren lesunya penawaran untuk Sukuk Tabungan seri ST005, Bank Rakyat Indonesia (BRI) justru sukses tembus target.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengungkapkan, jelang berakhirnya penawaran penjualan ST005 masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikan.

Haru menyebutkan, hingga Rabu (21/8) penjualan ST005 di BRI sudah mencapai Rp 123,6 miliar dan masih bisa bertambah. Jumlah tersebut, diperoleh bank buku empat tersebut, dari total 674 nasabah. "Target kami terlampaui, semula harapannya Rp 100 miliar," kata Haru kepada Kontan, Rabu (21/8).

Baca Juga: Penawaran ST005 masih lesu

Menurutnya, tembusnya target penjualan ST005 didukung kesadaran masyarakat yang mulai memahami perlunya berinvestasi. Nasaba dinilai sudah mulai teredukasi dan mengetahui manfaat bai dari kupon dan amannya berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara, terkait tren penurunan penawaran ST005 secara keseluruhan dan di beberapa mitra distribusi, Haru menilai kondisi tersebut disebabkan beberapa hal. Termasuk, perbedaan kupon antara ST005 dengan penawaran obligasi sebelumnya SBR007 turut menjadi pertimbangan masyarakat untuk membeli obligasi tersebut.

"Di BRI, rata-rata menunjukkan minat yang baik (ST005), kalau persepsi di luar berbeda mungkin lebih karena frekuensi penerbitan yang relatif berdekatan," tandasnya.

Baca Juga: Penawaran ST005 lesu, jualan BTN baru mencapai 23% dari target

Sebagaimana diketahui, ST005 menawarkan imbal hasil 7,40%, sedikit di bawah penawaran obligasi ritel sebelumnya yakni SBR007 yang menawarkan kupon hingga 7,5%. Sementara itu, per Selasa (20/8) diketahui penawaran ST005 di mitra distribusi baru mencapai Rp 1,77 triliun. Angka tersebut masih di bawah target capai pemerintah yakni Rp 2 triliun.

 


Tag


TERBARU

Close [X]
×