kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.001   36,00   0,21%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Transmisi Suku Bunga Menguat, Kredit Belum Sepenuhnya Tersalur


Kamis, 19 Maret 2026 / 11:31 WIB
Transmisi Suku Bunga Menguat, Kredit Belum Sepenuhnya Tersalur
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia (BI) di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan transmisi kebijakan moneter guna mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas. Namun, data terbaru menunjukkan penurunan suku bunga di pasar keuangan belum sepenuhnya diikuti oleh sektor perbankan.

Per 16 Maret 2026, suku bunga pasar uang tercatat sebesar 4,16% atau turun 186 basis poin (bps). Penurunan juga terjadi pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) per 13 Maret 2026, masing-masing tenor 6 bulan di 5,25% (turun 191 bps), tenor 9 bulan 5,30% (turun 190 bps), dan tenor 12 bulan 5,33% (turun 194 bps).

Di sisi lain, transmisi ke suku bunga perbankan berjalan lebih lambat. Hingga Februari 2026, suku bunga deposito 1 bulan berada di level 4,17% atau turun 64 bps sejak awal 2025. Sementara itu, suku bunga kredit tercatat 8,80% atau hanya turun 40 bps dalam periode yang sama.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk memastikan pelonggaran moneter dapat tersalurkan ke sektor riil.

“BI terus mengoptimalkan transmisi suku bunga kebijakan agar dapat mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan perbankan, khususnya ke sektor-sektor prioritas,” ujar Ramdan dalam keterangannya resmi belum lama ini. 

Baca Juga: Bank Mandiri Sesuaikan Jatuh Tempo Kredit Mikro dan Naikkan Bunga KUM 0,10%

Meski demikian, lambatnya penurunan suku bunga kredit mengindikasikan masih adanya kehati-hatian perbankan di tengah risiko global dan domestik. Kondisi likuiditas yang relatif ketat serta persepsi risiko kredit dinilai menjadi faktor penahan laju penurunan bunga pinjaman.

Situasi ini menimbulkan tantangan bagi efektivitas kebijakan moneter. Di satu sisi, BI telah agresif menurunkan biaya dana di pasar keuangan. Namun di sisi lain, perbankan belum sepenuhnya meneruskan pelonggaran tersebut ke dunia usaha dan rumah tangga.

Ke depan, keberhasilan transmisi suku bunga akan sangat ditentukan oleh respons perbankan dalam menurunkan suku bunga kredit secara lebih progresif. Tanpa itu, dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui jalur kredit berpotensi belum optimal.

Baca Juga: Mengapa Suku Bunga Kredit Konsumsi Sulit Turun? Ini Penjelasan OJK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×