kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.927   57,00   0,32%
  • IDX 5.711   -110,07   -1,89%
  • KOMPAS100 738   -13,77   -1,83%
  • LQ45 563   -10,40   -1,82%
  • ISSI 198   -3,35   -1,66%
  • IDX30 319   -5,85   -1,80%
  • IDXHIDIV20 393   -7,77   -1,94%
  • IDX80 84   -1,60   -1,88%
  • IDXV30 107   -1,43   -1,32%
  • IDXQ30 103   -1,88   -1,79%

Triwulan I, transaksi remittance BNI tumbuh 11,6%


Minggu, 24 Mei 2015 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Gedung Waskita Karya (WSKT) di Jakarta. Dampak Utang Jumbo Perusahaan BUMN Terhadap Kinerja Industri Perbankan


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Berbagai cara dilakukan perbankan untuk terus mempertebal keuntungan. Salah satunya adalah melalui bisnis layanan jasa pengiriman uang atawa remittance.

Perbankan meraup transaksi besar dari bisnis jasa remitansi di dalam dan luar negeri. Contohnya Bank Negara Indonesia (BNI). Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, bisnis remittance BNI tumbuh 11,6% dibanding periode yang sama tahun 2014.

Head of Financial Institutions Global Payment & Overseas Network BNI, Rahmad Hidayat menuturkan, penyumbang terbesar pendapatan jasa layanan pengiriman uang ini, lebih kepada fee based transaksi dibandingkan pendapatan dari selisih kurs. Sebanyak 85% disumbang dari fee based sedangkan dari selisih kurs hanya sebesar 15% saja.

"Untuk top ten sending adalah dari Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Qatar, Singapura, Taiwan dan Jepang," turut Rahmad kepada KONTAN, Minggu (24/5).

Lebih lanjut Rahmad menuturkan, sampai dengan April 2015, volume incoming bisnis remittance mencapai US$ 10,8 miliar. Sedangkan volume transaksi outgoing pada bisnis jasa pengiriman uang di bank dengan kode saham BBNI ini mencapai US$ 11 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×