kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.826   31,00   0,18%
  • IDX 7.887   -442,44   -5,31%
  • KOMPAS100 1.101   -63,78   -5,47%
  • LQ45 800   -33,16   -3,98%
  • ISSI 278   -20,20   -6,79%
  • IDX30 418   -11,50   -2,68%
  • IDXHIDIV20 502   -7,68   -1,51%
  • IDX80 123   -6,46   -5,00%
  • IDXV30 135   -3,96   -2,85%
  • IDXQ30 136   -2,34   -1,69%

Tugure Bidik Pertumbuhan Premi Bruto 6%-7% hingga Akhir 2025


Selasa, 28 Oktober 2025 / 15:43 WIB
Tugure Bidik Pertumbuhan Premi Bruto 6%-7% hingga Akhir 2025
ILUSTRASI. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure). Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) membidik pertumbuhan pendapatan premi bruto sebesar 6%-7% secara tahunan hingga akhir 2025. ?


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) membidik pertumbuhan pendapatan premi bruto sebesar 6%-7% secara tahunan (year on year/YoY) hingga akhir 2025. 

Target tersebut sejalan dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperkirakan pertumbuhan industri asuransi dan reasuransi nasional di kisaran 7%-8% pada 2025.

Corporate Secretary Tugure Eko Susanto menyampaikan, hingga kuartal III-2025 perusahaan mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 2,7 triliun, tumbuh 2% YoY. 

Ia mengakui, pertumbuhan tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan proyeksi awal, seiring perlambatan premi reasuransi nasional yang hanya mencapai 2,64% YoY.

Baca Juga: Manulife Syariah Gandeng Danamon Syariah Rilis Produk Asuransi Jiwa Syariah Baru

“Sebagai bagian dari ekosistem perasuransian nasional, Tugure turut merasakan dampak perlambatan tersebut. Namun kami tetap menjaga fundamental bisnis yang sehat dan berkelanjutan melalui penerapan manajemen risiko yang efektif serta strategi underwriting yang prudent,” ujar Eko kepada Kontan, Sabtu (25/10/2025).

Eko menuturkan, perlambatan premi turut dipengaruhi oleh terbatasnya ekspansi bisnis mitra usaha, lantaran ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, Tugure tetap optimistis dapat menutup tahun ini sesuai target.

Sebagai informasi, pendapatan premi Tugure sepanjang tahun 2024 lalu tercatat sebesar Rp 3,30 triliun, meningkat 13,01% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,92 triliun.

Untuk mendukung pencapaian target 2025, Tugure memperkuat pengembangan layanan berbasis teknologi informasi dan menyiapkan strategi konservatif guna mengantisipasi potensi softening market pada 2026.

“Dengan manajemen risiko yang kuat dan kondisi keuangan yang solid, kami optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja positif,” tutup Eko.

Baca Juga: BSI Masih Jadi Tulang Punggung Bisnis Anak Usaha Bank Mandiri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×