Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fintech lending AdaKami memperkuat perannya dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program #UsahaBarengAdaKami sepanjang 2025.
Program ini menyasar delapan UMKM dari berbagai sektor dan daerah, dengan fokus pada penguatan operasional, keberlanjutan bisnis, serta dampak sosial dan lingkungan.
Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, menegaskan bahwa setiap UMKM memiliki tantangan berbeda, sehingga intervensi yang diberikan tidak bisa disamaratakan.
“Kami mendampingi UMKM sesuai kebutuhan mereka, dengan tujuan memastikan usaha bisa tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi komunitas,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga: AdaKami Dorong Fintech Lending Bertumbuh Inklusif lewat Penguatan Teknologi
Pendekatan tersebut terlihat pada sejumlah UMKM sektor kuliner dan kopi yang mengusung misi inklusi dan pelestarian budaya. Di Jakarta Selatan, Kopi Tuli dan Akurasa, usaha kopi yang membuka lapangan kerja bagi penyandang tuna rungu, mendapat dukungan untuk memperkuat operasional harian dan pengembangan layanan agar menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara di Yogyakarta, Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong memanfaatkan dukungan program untuk meningkatkan kualitas produksi dan penyajian, seiring upaya memperkuat posisi kopi lokal di pasar.
Di sektor kriya, AdaKami mendukung Difabel Zone, komunitas perajin batik difabel, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan melengkapi sarana pameran. Langkah ini dinilai krusial di tengah tingginya permintaan kolaborasi dan kemitraan.
“Permintaan pameran cukup tinggi, tetapi sarana kami terbatas. Dukungan ini membantu menjawab kebutuhan tersebut,” kata pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti.
Baca Juga: AdaKami Siapkan Strategi Optimalkan Permintaan Pembiayaan Akhir Tahun
Program serupa juga menjangkau UMKM berbasis lingkungan dan pelestarian budaya. Di Tanah Datar, Sumatra Barat, House of Kawa, usaha minuman tradisional Minangkabau lintas generasi, memanfaatkan dukungan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan agar produksi lebih konsisten.
Di Bali, Urban Compost mendapat pendampingan untuk mempercepat dan mengefisienkan pengolahan sampah organik skala komunitas, sementara Pisangne K-Tamane didorong memperkuat kapasitas usaha agrowisata yang memberdayakan petani perempuan.
Pendiri Urban Compost Bali, Buya Azmedia, menyebut dukungan tersebut membantu menjaga keberlanjutan usaha lingkungan yang selama ini membutuhkan proses panjang dan sumber daya besar.
“Efisiensi menjadi kunci agar pengolahan sampah organik bisa terus berjalan,” ujarnya.
Ke depan, AdaKami menyatakan akan melanjutkan pendekatan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan UMKM.
“Benang merahnya sama: UMKM ini membawa dampak bagi komunitas dan lingkungannya. Tugas kami memastikan usaha mereka bisa bertumbuh secara berkelanjutan,” kata Jonathan.
Selanjutnya: India Akan Memangkas Tarif Mobil Jadi 40% dalam Kesepakatan Dagang Dengan Uni Eropa
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













