kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Volatilitas Pasar Tinggi, Jumlah Rekening Aktif Kiwoom Sekuritas Naik 193%


Jumat, 24 April 2026 / 18:09 WIB
Volatilitas Pasar Tinggi, Jumlah Rekening Aktif Kiwoom Sekuritas Naik 193%
ILUSTRASI. IHSG Melejit-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian pasar keuangan global mendorong perubahan perilaku nasabah domestik dalam memanfaatkan uang investasi.

Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Changkun Shin menjelaskan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong aksi jual bersih (net sell) investor asing. 

Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah makin tertekan dan penurunan pasar saham masih terus berlanjut sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi pasar saat ini masih lemah.

Baca Juga: Pembiayaan BJB Syariah Tumbuh 15,36% pada Kuartal-1 2026

"Nilai tukar rupiah mendekati level 17.200, sementara indeks saham turun ke kisaran 7.100 atau terkoreksi sekitar 22% dari level tertinggi awal tahun," jelasnya kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Meski begitu, saat ini Kiwoom Sekuritas tetap mencatatkan pertumbuhan jumlah total rekening saham menjadi 9,3 juta atau naik 40% secara tahunan. Sementara itu, jumlah rekening aktif harian juga meningkat menjadi 475.000 atau naik 193%. 

Sayangnya, tingginya volatilitas pasar membuat kecenderungan investor untuk menahan posisi atau hold makin kuat, sedangkan sebagian dana mulai beralih ke aset yang lebih aman seperti deposito.

Kondisi ini memunculkan risiko penurunan nilai aset nasabah, terutama akibat pelemahan nilai tukar dan harga saham yang terjadi secara bersamaan. Walau begitu, Shin melihat fase ini juga membuka peluang bagi investor untuk menata ulang strategi investasi.

“Fase volatilitas ini juga dapat dilihat sebagai peluang untuk melakukan diversifikasi aset serta menurunkan harga rata-rata pembelian,” katanya.

Ia menambahkan, strategi pembelian bertahap atau average down pada saham berfundamental baik yang telah terkoreksi menjadi salah satu pendekatan yang relevan. Selain itu, alokasi dana ke instrumen yang lebih stabil seperti deposito dan reksa dana pendapatan tetap juga dinilai penting.

Baca Juga: Meski Kinerja Solid, Saham Bank Terperosok pada Jumat (24/4)

Dalam menghadapi situasi ini, untuk ke depan, perusahaan menekankan perlunya pemantauan ketat terhadap dinamika pasar. Baik dari faktor domestik maupun global serta menjaga keseimbangan dalam alokasi aset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×